Membuat Program Perhitungan Nilai Akhir dengan PHP

 

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sobat Webhozz, gimana kabarnya nih? Seperti biasa, semoga sehat selalu ya, amin. Kali ini kita akan belajar tentang sebuah studi kasus.

Nah, sebelumnya buat para mahasiswa kan tentunya selalu ada rekap hasil ujian akhir semester yang dilalui. Mulai dari nilai absen, tugas, UAS, bahkan ke UAS. Semua itu nantinya akan diproses lagi untuk menghasilkan nilai akhirnya, dan keluar grade berdasarkan nilai akhir yang didapatkan.

Biasanya ketentuan nilai akhir tersebut adalah sebagai berikut.

  • Nilai absen biasanya dikalikan dengan 10%.
  • Nilai tugas biasanya dikalikan dengan 20%.
  • Nilai UTS biasanya dikalikan dengan 30%.
  • Nilai UAS biasanya dikalikan dengan 40%.
  • Nilai akhirnya adalah hasil penjumlahan dari nilai-nilai yang di atas
  • Muncullah grade dari nilai akhir tersebut.

 

Nah, sekarang adalah gimana cara kita mengaplikasikannya dalam pemograman web. Yuk kita pelajari sama-sama.

  1. Buat file html dulu, kita buat file untuk input nilainya, seperti di bawah ini.

<form action=”output.php” method=”post”>

 

<h1>Hitung Nilai AKhir Mahasiswa</h1>

 

Nama Mahasiswa : <br>

<input type=”text” name=”nama”><br>

 

Mata Kuliah : <br>

<input type=”text” name=”makul”><br>

 

Nilai Absen : <br>

<input type=”text” name=”absen”><br>

 

Nilai Tugas : <br>

<input type=”text” name=”tugas”><br>

 

Nilai UTS : <br>

<input type=”text” name=”uts”><br>

 

Nilai UAS : <br>

<input type=”text” name=”uas”><br><br>

 

<input type=”submit” value=”Hitung”>

</form>

  1. Maka akan tampil seperti ini di browser.

 

3. Buat file php, untuk proses perhitungan dan ketikkan kode berikut.

<?php

 

$nama   = $_POST[‘nama’];

$makul  = $_POST[‘makul’];

$absen  = $_POST[‘absen’];

$tugas  = $_POST[‘tugas’];

$uts    = $_POST[‘uts’];

$uas    = $_POST[‘uas’];

 

 

//menghitung nilai dari yang tadi kita input

$nilai_absen = $absen * 0.1;

$nilai_tugas = $tugas * 0.2;

$nilai_uts   = $uts * 0.3;

$nilai_uas   = $uas * 0.4;

 

//penjumlahan dari nilai-nilai yang sudah diinput

$nilai_akhir = $nilai_absen + $nilai_tugas + $nilai_uts + $nilai_uas;

 

//menampilkan grade berdasarkan hasil nilai akhir

if ($nilai_akhir>=80)

{

$grade = “A”;

}

elseif ($nilai_akhir>=70)

{

$grade = “B”;

}

elseif ($nilai_akhir>=50)

{

$grade = “C”;

}

elseif ($nilai_akhir>=40)

{

$grade = “D”;

}

else

{

$grade = “E”;

}

 

echo

<h1>Hitung Nilai AKhir Mahasiswa</h1>

 

Nama Mahasiswa : $nama <br>

Mata Kuliah : $makul <br>

Nilai Absen : <b>$nilai_absen</b><br>

Nilai Tugas : <b>$nilai_tugas</b><br>

Nilai UTS   : <b>$nilai_uts</b><br>

Nilai UAS   : <b>$nilai_uas</b><br>

 

<h4>Nilai Akhir : $nilai_akhir</h4>

<h4>Grade : $grade</h4>

“;

 

?>

  1. Silahkan jalankan di browser, dimulai dari file input yang berformat html Isi pada kotak yang tersedia. Kemudian klik Hitung.

5. Seperti inilah hasilnya. Setelah kita mengklik tombol hitung.

 

 

Untuk mencoba agar program bisa menampilkan grade yang lain, silahkan coba dengan memasukkan nilai yang berbeda.

Begitulah sedikit studi kasus yang kita pelajari pada kesempatan kali ini. Maka dari itu, selamat mencoba ya…Dan akhir kata, demikianlah postingan artikel ini. Semoga bermanfaat ya, amin.

Walaikumsalam Wr. Wb.

 

Created by: Danny Julian Pratama

Operator Perbandingan Pada PHP

Sesuai dengan namanya, operator perbandingan membandingkan nilai dari 2 operand. Hasilnya selalu salah satu dari TRUE atau FALSE. Hasil perbandingan akan bernilai TRUE jika kondisi perbandingan tersebut benar, atau FALSE jika kondisinya salah.

Operand untuk operator perbandingan ini bisa berupa tipe data angka (integer atau float), maupun bertipe string. Operator perbandingan akan memeriksa nilai dan (untuk beberapa operator) juga tipe data dari operand.

Pada tutorial ini kita akan membahas jenis-jenis operator perbandingan php, apa itu operator perbandingan? operator jenis ini digunakan untuk membandingkan atau mencocokan dua operand atau lebih, gunanya adalah sebagai penentu apakah sesuai atau tidak, biasanya digunakan pada kondisi “if else”.

Ada beberapa jenis operator perbandingan php yang dapat digunakan, pada dasarnya pada setiap bahasa pemrograman operator perbandingan tidak jauh berbeda sehingga jika kamu dapat menggunakan operator perbandingan di php maka akan dapat menggunakannya di bahasa lain, berikut ini adalah daftar jenis operator perbandingan php.

Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dari operator perbandingan diatas, bahwa beberap operator php mengharuskan kesesuaian tipe data yang sama “===” untuk menentukan suatu kondisi dimana masing-masing variabel yang dibandingkan tersebut memiliki tipe yang sama, selain itu php memberikan akses apabila sebuah variable yang dibandingkan dengan variabel lain dengan tipe data yang sama itu tidak masalah.

Operator perbandingan adalah simbol-simbol yang digunakan untuk membandingkan dua atau lebih objek. Objek tersebut biasanya berupa variabel atau bisa juga berupa angka. Ada beberapa simbol yang tersedia pada php dan masing-masing simbol memiliki arti yang berbeda-beda. Berikut beberapa operator perbandingan pada php yang paling sering digunakan pada umumnya :

 

Created By : Sanjaya Sapta

Membuat Proses simpan dalam satu file dengan design

 

Biasanya kita membuat sebuah aplikasi php, semua proses/modul/halaman dipisah dalam file-file yang berbeda. Misalkan membuat aplikasi data mahasiswa, kita membuat halaman menu kemudian disimpan dalam menu.php, membuat input data lalu disimpan dalam input-data.php, kemudian membuat simpan lalu disimpan dalam simpan.php dst.

  1. Pembuatan database

 

Buat database dengan nama test . Lalu buat table di dalam database test dengan nama coba .

 

  1. Pembuatan File Input

 

Buat folder baru dengan nama test . Lalu buat file input dengan nama input.php simpan file di folder test .

 

Masukkan script di bawah ini ke dalam file input.php

 

<!DOCTYPE html>

<html>

<head>

<title>Input File</title>

</head>

<body>

<h2>Form Input</h2>

<form action=”#” method=”post”>

<b>Input Nama</b><br>

<input type=”text” name=”nama”><br><br>

<b>Input Alamat</b><br>

<textarea name=”alamat”></textarea><br><br>

<input type=”submit” name=”submit” value=”Submit”>

</form>

 

</body>

</html>

 

 

Hasil Tampilan

 

Lalu Buat file koneksi.php untuk koneksi ke database

 

<?php

$server = ‘localhost’;

$user   = ‘root’;

$pass   = ”;

$db     = ‘test’;

 

$a = mysql_connect($server, $user, $pass);

mysql_select_db($db, $a);

 

?>

 

Lalu tambahkan script di bawah ini ke dalam file input.php

 

<?php

include “koneksi.php”;

 

if(isset($_POST[‘submit’]))

{

$nama = $_POST[‘nama’];

$alamat = $_POST[‘alamat’];

 

$simpan = mysql_query(“insert into coba values(”, ‘$nama’, ‘$alamat’)”);

 

if($simpan)

{

echo “Berhasil Simpan”;

}

else

{

echo “Gagal Tersimpan”;

}

}

?>

 

Maka saat kita input data , dan berhasil tersimpan , maka muncul teks berhasil tersimpan di bawah form input .

 

 

Created By : Muhammad Bashir

Membatasi file yang di upload dengan php

Seperti yang sudah kita ketahui, untuk mengupload sebuah gambar kita bisa menggunakan tag input type file. Dan kita bisa mengakses folder yang berisi file yang akan kita upload. Namun, jika menggunakan tag input type file, file yang diakses adalah semua tipe file. Meskipun kita hanya ingin mengupload gambar saja yang berekstensi jpg, png, gif atau yang lainnya, namun yang akan tampil adalah semua jenis file seperti pdf, doc, zip, dll.

  1. Membuat Database

 

Buat database dengan nama test . Lalu buat table di dalam database test dengan nama coba_2 .

 

  1. Pembuatan File Input

 

Buat folder baru dengan nama test . Lalu buat file input dengan nama input.php simpan file di folder test .

 

Masukkan script di bawah ini ke dalam file input.php

 

<!DOCTYPE html>

<html>

<head>

<title>Input File</title>

</head>

<body>

<h2>Form Input</h2>

<form action=”#” method=”post”>

<b>Input Nama</b><br>

<input type=”text” name=”nama”><br><br>

<b>Input Alamat</b><br>

<textarea name=”alamat”></textarea><br><br>

<b>Upload Foto</b><br>

<input type=”file” name=”foto”><br><br>

<input type=”submit” name=”submit” value=”Submit”>

</form>

 

</body>

</html>

Lalu Buat folder dengan nama foto di dalam folder test .

 

 

Lalu Buat file koneksi.php untuk koneksi ke database

 

<?php

$server = ‘localhost’;

$user   = ‘root’;

$pass   = ”;

$db     = ‘test’;

 

$a = mysql_connect($server, $user, $pass);

mysql_select_db($db, $a);

 

?>

 

Kemudian tambahkan script di bawah ini ke dalam file input.php

 

<?php

include “koneksi.php”;

 

if(isset($_POST[‘submit’]))

{

$nama = $_POST[‘nama’];

$alamat = $_POST[‘alamat’];

$foto   = $_FILES[‘foto’][‘name’];

$ukuran_foto   = $_FILES[‘foto’][‘size’];

$max = 100000; //100kb

 

if($ukuran_foto > $max)

{

echo ”

<script>

alert(‘Ukuran Foto Maksimal 100 kb’);

location.href = ‘input.php’;

</script>

“;

}

else

{

$simpan = mysql_query(“insert into coba_2 values(”, ‘$nama’, ‘$alamat’, ‘$foto’)”);

move_uploaded_file($_FILES[‘foto’][‘tmp_name’], “foto/”.$foto);

 

if($simpan)

{

echo “Berhasil Simpan”;

}

else

{

echo “Gagal Tersimpan”;

}

}

 

}

?>

 

Maka saat file yang di upload lebih dari 100 kb , maka akan muncul pesan seperti di bawah ini

 

Created by : Muhammad Bashir

Menghapus data di database beserta file

Teknik yang Saya gunakan untuk menyimpan sebuah gambar kedalam database adalah dengan menyimpan nama gambar didalam database sedangkan gambarnya disimpan di dalam sebuah direktori tertentu pada website.

Prosesnya adalah ketika user upload sebuah gambar/foto menggunakan sebuah form upload, gambar akan direname/diberi nama, kemudian nama gambar disimpan didatabse lalu sesudah itu disimpan ke direktori website, mungkin tekniknya akan berbeda – beda tapi umumnya file gambar tidak akan disimpan secara langsung di dalam database, yang berada didatabase hanyalah file berupa nama gambar/foto.

Oleh karena itu bila kita hanya menggunakan query untuk delete data saja seperti “delete from nama_tabel where=’id'”; hanya akan menghapus nama gambar yang tersimpan didatabase sedangkan file aslinya tidak akan dihapus, dengan demikian kita juga memerlukan perintah tambahan untuk mendelete sebuah file didalam halaman website yaitu adalah dengan menggunakan perintah unlink(namafile). Nanti prosesnya adalah data di pecah dengan $variabel=mysql_fetch_array() lalu nanti diikuti dengan perintah$variabel[nama_kolom_gambar].Sehingga nanti perintahnya adalahunlink(“$variabel[gambar]”); 

Biasanya saat kita melakukan hapus data , hanya data yang ada di table saja yang terhapus , sementara file yang di upload belum terhapus . Seperti contoh di bawah ini

 

Pertama , buat untuk tampilan data seperti di bawah ini

Berikut tampilan pada folder foto nya

Saat saya jalankan fungsi hapus maka data yang ada di database akan terhapus , namun file yang ada di folder foto belum terhapus .

 

 

 

Maka agar file dapat terhapus saat data di hapus , tambhkan perintah unlink();

Berikut contoh nya

<?php

include “koneksi.php”;

 

$p_id = $_GET[‘id’];

 

$pilih = mysql_query(“select*from coba_2  where id=’$p_id'”);

$data = mysql_fetch_array($pilih);

$foto = $data[‘foto’];

 

unlink(“foto/”.$foto);

 

$hapus = mysql_query(“delete from coba_2 where id=’$p_id'”);

 

if($hapus)

{

echo ”

<script>

alert(‘Data Berhasil Di hapus’);

location.href=’data.php’;

</script>

“;

}

else

{

echo “Data Gagal Di hapus”;

}

?>

 

Maka saat kita hapus data nya

 

 

 

Createt by : Muhammad bashir

Menghitung Waktu Tempuh menggunakan PHP

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sahabat Webhozz gimana kabarnya? Dimanapunberada, semoga sehat selalu ya, amin.

Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar tentang penggunaan rumus fisika nih. Tentang menghitung jarak tempuh. Ya, kurang lebih seperti sebuah studi kasus gitu.

Tentunya pas di sekolah dulu pernah dapat soal cerita yang menghitung waktu tempuh, yang mana saat jarak perjalanan begitu sekian km dan ditempuh dengan kecepatan sekian km/h. Maka dari itu kita bisa hitung berapa lama jangka waktu perjalanannya.

Dalam rumus fisika, untuk menghitungnya menggunakan rumus seperti berikut waktu tempuh = jarak:kecepatan. Selanjutnya dalam pemograman web, kita buat algoritmanya untuk menyelesaikan perhitungan tersebut dengan tujuan proses perhitungannya jadi lebih mudah. Disini kita akan menggunakan bahasa pemograman PHP.

Jadi, yuk kita pelajari bersama-sama.

  1. Pertama, buat file html dulu untuk membuat inputan berdasarkan kebutuhan rumus tadi, sebagai contoh ketikkan kode seperti di bawah ini.

<!DOCTYPE html>

<html>

<head>

<title>WAKTU TEMPUH</title>

</head>

<body>

 

<form action=”output.php” method=”post”>

<h1>Program Hitung Waktu Tempuh</h1>

 

Jarak Tempuh (km) : <br>

<input type=”text” name=”jarak”><br><br>

 

Kecepatan (km/jam): <br>

<input type=”text” name=”cepat”><br><br>

<input type=”submit” value=”HITUNG”>

</form>

 

</body>

</html>

  1. Maka akan tampil seperti ini di browser.

3. Selanjutnya, buat file outputnya dengan format filenya php dengan tujuan untuk proses perhitungan berdasarkan nilai yang telah diinputkan tadi. Ketikkan script berikut.

<?php

$jarak = $_POST[‘jarak’];

$cepat = $_POST[‘cepat’];

 

$waktu = $jarak/$cepat;

 

echo

<h1>Program Hitung Waktu Tempuh</h1>

<p>Jarak : <b>$jarak</b> km</p>

<p>Kecepatan : <b>$cepat</b> km/jam</p>

<h3>Waktu Tempuh : $waktu jam</h3>

“;

?>

4. Program sudah jadi, silahkan jalankan dari file inputnya. Kemudian isi nilainya pada kolom yang tersedia.

5. Jika sudah diisi, klik tombol Hitung. Maka, browser akan menampilkan halaman baru yang memproses perhitungannya. Dan berikut ini adalah hasilnya.

6. Selanjutnya, silahkan coba dengan nominal angka yang lain.

Nah, gimana? Mudah bukan? Begitulah sedikit studi kasus yang kita pelajari pada kesempatan kali ini. Sebenarnya ada banyak rumus yang bisa digunakan dalam pemecahan masalah kita sehari-hari yang bisa kita mudahkan lewat koding.

Maka dari itu, selamat mencoba ya…Dan jangan pernah berhenti untuk terus belajar. Dan akhir kata, demikianlah postingan artikel ini. Semoga bermanfaar ya, amin.

Walaikumsalam Wr. Wb.

 

Created by: Danny Julian Pratama

Kursus Website & Web Design di Surabaya

kursus website surabaya

kursus website surabaya

Kursus Website Surabaya –  Keinginan untuk membuat website pasti dimiliki oleh setiap orang, entah itu untuk mempromosikan perusahaan, atau produk yang dijual, serta untuk membuat website pribadi untuk kebutuhan tertentu. Untuk membuat website, maka dibutuhkan seorang web master atau disebut sebagai orang yang dengan mahir membangun website secara keseluruhan. Dimulai dari desain web menggunakan HTML, CSS, lalu membangun programming dengan PHP MySQL, dan termasuk di dalamnya menggunakan Search Engine Optimalization (SEO) untuk mempromosikan dan memasarkan website. Untuk mendapatkan kemahiran tersebut, perlu menggali lebih dalam ilmu di tempat kursus website dan web design di Surabaya.

Kini WebHozz telah membuka cabang di Surabaya dengan berkantor di

Jl. Kalijudan No.98A, Kalijudan, Mulyorejo
Surabaya, Jawa Timur

Telp 031 9992 3922 / 0813 3420 0725

 

Apa yang saya pelajari di Kursus Web Design ini ?

Pada Kursus Web Design ini, kamu akan belajar bagaimana membuat Website dengan cara yang benar step by step, serta memiliki struktur kode yang rapi agar mudah untuk dikembangkan kembali.

Apa saja materi yang saya dapatkan ?

Kamu akan mempelajari bahasa pemrograman Front End Development, seperti HTML5, CSS3, jQuery, & Bootstrap. Kamu akan belajar dari dasar hingga mampu membuat Website yang interaktif seperti website-website keren yang sering kamu lihat di internet. Selain itu kamu juga akan belajar bagaimana mengupload Website ke server / hosting agar Website karyamu dapat diakses semua orang lewat internet.

Saya sering melihat animasi foto pada Website seperti slideshow, apakah itu juga akan saya pelajari ?

Tentu saja, animasi foto seperti itu dibuat menggunakan jQuery, dan materi jQuery ada didalam Kursus Web Design ini. Selain itu juga kamu akan belajar bagaimana menampilkan video Youtube, membuat Peta dengan Google Map, menampilkan status FB dan Twitter, dan masih banyak lagi.

WebHozz Surabaya, tempat Kursus Website dan Android di Surabaya

kursus website surabaya

kursus website surabaya

Hallo teman-teman di Surabaya… Bagi kamu yang sedang mencari Kursus Website di Surabaya, saat ini WebHozz sudah hadir di Surabaya lho 🙂 Kami beroprasional di Surabaya mulai Januari 2018. Sebagai Informasi, saat ini WebHozz juga sudah berada di kota-kota besar lain seperti Jakarta dan Bandung.

Alamat Kantor WebHozz Surabaya :

Jl. Kalijudan No.98A, Kalijudan, Mulyorejo
Surabaya, Jawa Timur

Selain Kursus Website, WebHozz juga menyelenggarakan Kursus PHP, Android, WordPress, SEO, dan Java Programming. Jadi tunggu apalagi, ayo segera daftar dan kunjungi kantor kami di Surabaya ya 🙂

Undifined Index Pada PHP

 

PHP dikenal sebagai salah satu bahasa pemrograman web yang paling easygoing. Dari segi aturan mainnya nggak seketat bahasa pemrograman lainnya,, akan tetapi pada akhirnya sama aja bikin pusingnya ketika baris-baris program website kita menjadi error. Nah, kali ini izinkan saya sedikit membagikan beberapa macam error pada PHP yang cukup sering terjadi biar kita bisa perbaiki..

NOTICE

  • Undefined Variable
    Pesan Kesalahan kira-kira berbunyi seperti, “Notice : Undefined Variable …….”. Penyebabnya adalah karena nama variabel yang kita sebutkan pada baris yang ditunjuk tidak dikenal.
  • Seperti yang kita lihat pada pesan error, ada nama variabel “name” yang tidak dikenal pada baris ke-4. Kalau sudah seperti ini, kemungkinannya cuma 2.. Satu, kita belum deklarasi variabel dengan nama tersebut; Dua, variabel sudah dideklarasi, tapi kitanya yang salah tulis. Kalau di potongan code saya, pesan tersebut muncul karena masalah yg kedua tuh.. Saya mendeklarasikan $nama, tapi saya memanggil $name.. Jadi cara memperbaikinya ya cuma dengan menyamakan nama variabel yang dideklarasikan dengan yang disebut saja.. 😀
  • Undefined Index
    Mirip seperti pesan Notice Undefined Variable, tapi yang menjadi fokusnya bukan pada variabel, melainkan pada index di baris yang bersangkutan.
  • Buat yang sering menggunakan pengiriman data via Form HTML ke PHP pasti pernah ketemu error macem ini.. Seenggaknya ada beberapa kemungkinan penyebabnya..
    1. Di Form HTML kita lupa bikin atribut method, atau method pada HTML tidak sesuai dengan method yang kita sebutkan di PHP. Misalkan di HTML kita bikin [form action=”…” method=”post”],, tapi di PHP kita memanggilnya dengan $_GET[…].
    2. Kita lupa ngasi nama di tag-tag input yang akan dikirim. Dicek aja satu-satu, barangkali ada tag [input], [select], [textarea], dsb yang lupa dikasi atribut name=”…”.
    3. Nama atribut di HTML berbeda dengan yang kita panggil di PHP. Coba aja dipastiin ulang, udah sama atau belum?Dalam contoh coding saya, saya bermasalahnya di kemungkinan yang ketiga.. di HTML saya bikin [input name=”nim“], tapi di PHP saya panggilnya $_POST[‘NIM‘].. INGAT!! PHP itu Case Sensitive.. Hati-hati untuk urusan seperti ini.. 😀
  • Undefined Constant
    Sewaktu masih belajar-belajar PHP, akupun sempet bingung kapan pake petik 2, petik 1, dan nggak pake petik.. Petik 1 biasa digunakan untuk mendefinisikan sebuah string maupun sebuah index. Misalnya kayak echo ‘Lalala’, $_POST[‘lalala’] gitu.. Petik 2 juga gunanya sama seperti petik 1, tapi didalam petik 2 tersebut masih bisa diisi variabel lainnya. Misalnya, echo “Nama saya adalah $nama”. Nggak pake petik dilakukan untuk string yang biasanya pake petik 1 tapi sedang diapit petik 2.. Misalnya echo “nama saya adalah $_POST[nama]“.
    Notice Undefined Constant ini muncul ketika di bagian yang seharusnya kita pakai tanda petik (entah petik 1 atau petik 2), tapi kita nggak mengisinya..

Notice: Undefined index: uname in C:\xampp\htdocs\project\test.php on line

Notice: Undefined index: uemail in C:\xampp\htdocs\project\test.php on line

Bagi para programer PHP pasti pernah menemukan error dengan pesan “undifined index : xxx”. Apa itu Undifined Index ? mengapa bisa terjadi seperti itu ?

Undifined Index biasanya terjadi saat berhubungan dengan kirim dan terima data. Pada kasus programer pemula kasalahan yang paling umum terjadi biasanya saat membuat CRUD. Solusi yang paling umum adalah mencocokkan antara name pada form inputan dengan $_POST saat menerima data. Termasuk besar kecilnya huruf name tersebut. Berikut contohnya :

 

Pada form.php :

<form action=”test.php” method=”POST”>

<input type=”text” name=”coba”>

<input type=”submit” name=”submit”>

</form>

Pada test.php :

<?php

$joe = $_POST[‘coba’];

echo = “Saya $joe”;

 

?>

 

Created by : Sanjaya Sapta