SUBLIME TEXT 3, Aplikasi Web Editor Terbaik

Assalamualaikum Wr. Wb,

Alhamdulillah, kali ini bisa posting artikel lagi. Dan pada postingan ini saya akan membagi sedikit pengalaman pribadi dalam membuat halaman website. Yang mana dalam membuat website tersebut pasti tidak pernah lepas dari aplikasi web editor sebagai pendukungnya.

 

Sublime Text 3 merupakan aplikasi Web Editor yang saya pakai sampai saat ini. Yang mana aplikasi ini sangat ringan dan tidak ribet dalam penggunaannya. Desain warna tulisan kodingnya yang sangat interaktif beserta variasi warna yang menarik. Selain itu warna teks kodingnya juga bisa diganti warna temanya. Jadi dengan teks koding yang enak untuk dilihat bisa membuat banyak pengguna betah dalam proses koding. Itulah beberapa alasan yang tepat untuk membangun sebuah web.

Continue reading

Kursus Web Design, PHP, Android di Yogyakarta (Jogja)

Hallo Yogyakarta, bagi kamu yang tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya, dan sedang mencari tempat Kursus Web Design, Kursus PHP, & Kursus Android untuk meng-upgrade skillmu, WebHozz telah membuka cabang ke 5 di Yogkarta lho 🙂

WebHozz beralamat di :

Omah Baciro
Jl. Tunjung No.12, Baciro
Gondokusuman, Yogyakarta

0274 5307514 – 0813 2790 0447

Ayoo segera daftar ! Dan menjadi bagian dari industri IT dan StartUp di Yogyakarta dan Indonesia 🙂

Kursus Web Design PHP Android Yogya

Kursus Web Design PHP Android di Bandung

Hallo Bandung… Bagi kamu yang tinggal di Bandung dan sekitarnya, dan sedang mencari tempat Kursus Web Design, Android, atau Programming lainnya, di tahun 2017 ini WebHozz akan hadir di Bandung lho. Bandung menjadi kota cabang ke 4 WebHozz.

Di Bandung, WebHozz akan berkantor di Jl. Talaga Bodas, Malabar dan akan beroperasi di bulan Februari 2017. Tapi kamu sudah bisa mendaftarkan diri melalui contact cabang Jakarta terlebih dahulu ya

Jadi Ayoo buruan daftar 🙂

 

Kursus Web Design, Website & Android di Pangkalpinang Bangka Belitung

Bagi kamu yang ingin Kursus Web Design, Android, dan Programming di Pangkalpinang dan Bangka Belitung, di tahun 2017 ini, WebHozz mulai beroperasi di Kota Pangkalpinang Bangka Belitung. Pangkalpinang menjadi kota cabang WebHozz yang ke 3.

Kantor WebHozz di Pangkalpinang beralamat di Jl. Delima II No. 321 Taman Bunga, Pangkalpinang. Nomor telpon 0717 910 5621 & 0822 6807 3644. Dengan jam operasional Senin – Sabtu jam 9 pagi smpai jam 6 sore.

Ayoo segera gabung 🙂

WebHozz hadir di Pangkalpinang dan Bandung

Hallo sahabat WebHozz, di tahun 2017 WebHozz akan membuka cabang ke 3 dan ke 4, yaitu cabang Pangkalpinang Bangka Belitung dan Bandung Jawa Barat.

Di Pangkalpinang, WebHozz beralamat di Jl. Delima II No. 321 Taman Bunga, Pangkalpinang. Nomor telp 0717 910 5621 & 0822 6807 3644.

Untuk di kota Bandung berada di Jl. Talaga Bodas, Malabar, Lengkong, Bandung – Jawa Barat. Akan beroperasi pada bulan Februari 2017. Namun kamu sudah bisa mendaftarkan diri dengan menghubungi cabang Jakarta.

Jangan lupa segera daftar ya 🙂

Kursus Visual Basic VB.NET, C# & ASP.NET segera hadir di WebHozz

kursus visual basic vb.net c# asp.net

kursus visual basic vb.net c# asp.net

Bahasa pemrograman besutan Microsoft selalu laris digunakan untuk mengembangkan software. Dengan hadirnya Framework dan IDE Opensource yaitu .NET dan Visual Studio Community, bahasa pemrograman VB.NET, C# dan ASP.NET semakin digemari.

WebHozz akan mengadirkan materi Kursus VB.NET, C#, dan ASP.NET di awal tahun 2017. Lengkapi skill kamu dengan menguasai salah satu pemrograman ini. Ayo segera daftar !

Pengertian Perulangan Foreach dalam PHP

Array merupakan tipe data yang sering digunakan dalam membuat program menggunakan PHP. Kemampuan array dalam menyimpan banyak data dalam satu variabel akan sangat berguna untuk menyederhanakan dan menghemat penggunaan variabel.Untuk menampilkan dan memproses data dari array, kita bisa memanfaatkan perulangan for.
Seperti contoh berikut ini:


<?php

$nama = array("Andri","Joko","Sukma","Rina","Sari"); 
for ($i=0; $i <5; $i++){   
echo "$nama[$i]";   
echo "<br />";}

?>

Contoh diatas membuat perulangan for sebanyak 5 kali, dengan variabel counter $i dimulai dari angka 0 (karena index array dimulai dari angka 0).Namun sebagai cara alternatif untuk menampilkan array, saya akan mengubah kode diatas dengan menggunakan perulangan foreach:


<?php

$nama = array("Andri","Joko","Sukma","Rina","Sari"); 
foreach ($nama as $val){   
echo "$val";   echo "<br />";}

?>

Maka seperti gambar berikut:

foreach1

Perulangan foreach diatas akan menampilkan semua isi array dengan perintah yang lebih singkat daripada menggunakan perulangan for.Cara Penulisan Perulangan Foreach dalam PHP Perulangan foreach merupakan perulangan khusus untuk pembacaan nilai array. Seperti yang telah kita bahas pada tutorial tentang tipe data array: Mengenal Tipe Data Array dan Cara Penulisan Array dalam PHP, setiap array memiliki pasangan key dan value. Key adalah ‘posisi’ dari array, dan value adalah ‘isi’ dari array. Format dasar perulangan foreach adalah:


foreach ($nama_array as $value){    
statement (...$value...)}

$nama_array adalah nama dari array yang telah didefenisikan sebelumnya. $value adalah nama ‘variabel perantara’ yang berisi data array pada perulangan tersebut. Anda bebas memberikan nama untuk variabel perantara ini, walaupun pada umumnya banyak programmer menggunakan $value, atau $val saja. Berikut adalah contoh perulangan foreach sebelumnya:

	

<?php

$nama = array("Andri","Joko","Sukma","Rina","Sari"); 
foreach ($nama as $val){   
echo "$value";   echo "<br />";}

?>

Pada contoh diatas, saya mendefenisikan variabel array $nama dengan format singkat, dan tanpa mendefenisikan key secara tertulis. Variabel $val merupakan variabel perantara dalam contoh diatas. Perulangan tersebut akan diulang sebanyak data yang terdapat di dalam array, sehingga kita tidak perlu harus menghitung seberapa banyak perulangan yang harus dilakukan.Jika anda membutuhkan nilai key dari array untuk dapat diproses, maka PHP menyediakan bentuk kedua dari perulangan foreach, dengan format dasar penulisan sebagai berikut:


foreach ($nama_array as $key => $value){    
statement ($key...$value...)}

Perbedaan dengan format sebelumnya, disini PHP menyediakan variabel perantara kedua, yaitu variabel $key. Variabel $key ini menampung nilai key dari array. Berikut adalah contoh penggunaannya:

<?php

$nama = array(1=>"Andri",6=>"Joko",12=>"Sukma",45=>"Rina",55=>"Sari"); 
foreach ($nama as $kunci =>$isi){   
echo "Urutan ke-$kunci adalah $isi";   
echo "<br />";}
?>

Maka seperti gambar berikut:

foreach

Variabel array $nama saya defenisikan menggunakan key yang berbeda-beda. Pada perulangan foreach, saya membuat variabel perantara $kunci =>$isi, sehingga didalam perulangan, variabel $kunci akan berisi key dari array, dan variabel $isi akan berisi nilai dari array.Proses menampilkan dan memproses array akan lebih mudah dengan menggunakan perulangan foreach dibandingkan perulangan dasar seperti for. Terlebih lagi kita tidak perlu mencari tau seberapa banyak perulangan harus dilakukan, karena perulangan foreach akan otomatis berhenti pada data terakhir dari array.

Pengertian Variabel Scope

Variabel Scope (atau ruang lingkup variabel) adalah jangkauan kode program dimana perintah program masih bisa mengakses sebuah variabel.

Jika kita mendefenisikan sebuah variabel pada satu file PHP, maka variabel tersebut dapat diakses oleh seluruh kode program pada halaman yang sama. Namun jika variabel tersebut di defenisikan di dalam sebuah fungsi, variabel itu belum tentu bisa diakses dari luar fungsi tersebut. Hal inilah yang dimaksud dengan Variabel Scope.

Variabel yang didefenisikan di dalam sebuah fungsi, secara default tidak dapat diakses oleh kode program di luar fungsi tersebut. Dan begitu juga sebaliknya, variabel yang didefenisikan di luar fungsi, tidak bisa diakses dari dalam fungsi.
Contoh Variabel Scope dalam Fungsi PHP

Untuk memahami konsep variabel scope, berikut adalah contoh kode program dalam PHP:

<?php $a = 5; 
function coba() 
{ $a=10; $b=7; } 
// pemanggilan fungsi coba() coba(); 
echo $a; // 5 
echo $b; // error:notice ?>

Pada baris ke-2, saya mendefenisikan variabel $a, dan memberikan nilai awal = 5. Pada baris ke-4 saya membuat fungsi coba() dan mendefenisikan kembali variabel $a yang kali ini nilainya adalah 10, dan juga membuat sebuah variabel baru, yakni $b.

Setelah memanggil fungsi coba() pada baris ke-11, saya kemudian memeriksa nilai $a dengan perintah echo. Dan ternyata nilai $a adalah 5, bukan 10. Dan ketika saya ingin mengakses variabel $b, PHP akan mengeluarkan peringatan bahwa variabel $b belum di defenisikan, dengan pesan error: Notice: Undefined variable: b in D:\xampp\htdocs\belajar\test.php on line 13.

Hal ini terjadi karena variabel $a dan $b berada di dalam fungsi coba() yang merupakan variabel yang berbeda dengan variabel $a yang berada diluar fungsi. Jangkauan variabel $a dan $b hanya berada di dalam fungsi.

Contoh lainnya, perhatikan kode program berikut ini:

<?php $b = 7; 
function coba(){ 
$a=10; 
echo $a; 
echo $b; 
}coba();
?>

Pada program kali ini, saya mencoba mengakses variabel $b dari dalam fungsi coba(), namun PHP akan mengeluarkan pesan peringatan pada baris ke-8: Notice: Undefined variable: b in D:\xampp\htdocs\belajar\test.php on line 8 yang berarti bahwa PHP tidak menemukan adanya variabel $b. Variabel $b hanya dapat diakses dalam ruang lingkup di luar fungsi coba().

Konsep pembatasan variabel scope ini terkesan merepotkan, namun sebenarnya sangat berguna untuk men-isolasi penggunaan variabel agar tidak saling ‘menimpa’. Fungsi-fungsi bawaan di dalam PHP dibuat oleh berbagai programmer dari seluruh dunia, dan mungkin saja kita secara tidak sengaja menggunakan nama variabel yang sama dengan nama variabel yang ada dalam salah satu fungsi tersebut. Dengan menerapkan variabel scope, PHP dapat terhindar dari permasalahan tersebut.
Pengertian Global Variabel

Jika kita tetap ingin menggunakan variabel yang didefenisikan di luar fungsi dan sebaliknya, PHP memperbolehkan hal tersebut dengan menambahkan sebuah kata kunci ‘global’ sebelum pendefenisian nama variabel.

Berikut contoh penggunaan keyword global:

<?php 
$a = 7; 
function coba(){ 
global $a; 
global $b; 
$b=15; 
echo $a; //7 
echo $b; //15 
}coba(); 
echo $a; //7
echo $b; //15 
?>

Program diatas tidak akan menghasilkan error seperti sebelumnya, dan kita bisa mengakses nilai variabel $a dari dalam fungsi coba(), dan nilai variabel $b di luar fungsi.

Kata kunci global membuat fungsi dapat mengakses variabel yang didefenisikan diluar fungsi.
Pengertian Static Variabel

Static Variabel, atau variabel statis adalah jenis variabel yang mempertahankan nilainya pada setiap pemanggilan fungsi. Untuk variabel normal, nilai dari variabel tersebut akan secara otomatis dihapus pada saat fungsi selesai dijalankan, dan akan dibuat ulang pada saat fungsi dipanggil.

Namun jika sebuah variabel dinyatakan sebagai static variabel, maka nilai variabel tersebut akan tetap dipertahankan walaupun fungsi telah selesai dijalankan. Biasanya fungsi ini dimanfaatkan jika kita ingin menghitung berapa kali sebuah fungsi dipanggil.

Berikut adalah contoh program penggunaan variabel statis dalam PHP:

<?php 
function coba(){ 
static $a=0; 
$a=$a+1; 
return "Ini adalah pemanggilan ke-$a fungsi coba() "; 
}echo coba(); 
echo coba(); 
echo coba(); 
echo coba(); 
?>

akan tampil seperti berikut:
1
Jika anda menghapus keyword static pada baris ke-4, maka variabel $a akan selalu bernilai 0, karena nilainya akan dihapus pada setiap kali pemanggilan fungsi coba(). Namun dengan membuat $a sebagai static variable, maka nilai dari $a akan terus dipertahankan sepanjang pemrosesan halaman oleh PHP.

Pengertian PHP

Pengertian PHP

PHP adalah bahasa pemrograman script server-side yang didesain untuk pengembangan web. Selain itu, PHP juga bisa digunakan sebagai bahasa pemrograman umum (wikipedia). PHP di kembangkan pada tahun 1995 oleh Rasmus Lerdorf, dan sekarang dikelola oleh The PHP Group. Situs resmi PHP beralamat di http://www.php.net.

PHP disebut bahasa pemrograman server side karena PHP diproses pada komputer server. Hal ini berbeda dibandingkan dengan bahasa pemrograman client-side seperti JavaScript yang diproses pada web browser (client).

Pada awalnya PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page. Sesuai dengan namanya, PHP digunakan untuk membuat website pribadi. Dalam beberapa tahun perkembangannya, PHP menjelma menjadi bahasa pemrograman web yang powerful dan tidak hanya digunakan untuk membuat halaman web sederhana, tetapi juga website populer yang digunakan oleh jutaan orang seperti wikipedia, wordpress, joomla, dll.

Saat ini PHP adalah singkatan dari PHP: Hypertext Preprocessor, sebuah kepanjangan rekursif, yakni permainan kata dimana kepanjangannya terdiri dari singkatan itu sendiri: PHP: Hypertext Preprocessor.

PHP dapat digunakan dengan gratis (free) dan bersifat Open Source. PHP dirilis dalam lisensi PHP License, sedikit berbeda dengan lisensi GNU General Public License (GPL) yang biasa digunakan untuk proyek Open Source.

Kemudahan dan kepopuleran PHP sudah menjadi standar bagi programmer web di seluruh dunia. Menurut wikipedia pada februari 2014, sekitar 82% dari web server di dunia menggunakan PHP. PHP juga menjadi dasar dari aplikasi CMS (Content Management System) populer seperti Joomla, Drupal, dan WordPress.