SUBLIME TEXT 3, Aplikasi Web Editor Terbaik

Assalamualaikum Wr. Wb,

Alhamdulillah, kali ini bisa posting artikel lagi. Dan pada postingan ini saya akan membagi sedikit pengalaman pribadi dalam membuat halaman website. Yang mana dalam membuat website tersebut pasti tidak pernah lepas dari aplikasi web editor sebagai pendukungnya.

 

Sublime Text 3 merupakan aplikasi Web Editor yang saya pakai sampai saat ini. Yang mana aplikasi ini sangat ringan dan tidak ribet dalam penggunaannya. Desain warna tulisan kodingnya yang sangat interaktif beserta variasi warna yang menarik. Selain itu warna teks kodingnya juga bisa diganti warna temanya. Jadi dengan teks koding yang enak untuk dilihat bisa membuat banyak pengguna betah dalam proses koding. Itulah beberapa alasan yang tepat untuk membangun sebuah web.

Continue reading

SQL SELECT Statement

Pernyataan SELECT digunakan untuk memilih data dari database.
SQL SELECT Statement

Pernyataan SELECT digunakan untuk memilih data dari database.

Hasilnya disimpan dalam result table, disebut result-set.
SQL SELECT Syntax

SELECT column_name,column_name
FROM table_name;

contoh perintahnya adalah:

SELECT * FROM table_name;

Demo database

Dalam tutorial ini kita akan menggunakan database webhozz.

Di bawah ini adalah pilihan dari “tabel_webhozz” tabel:

SELECT `Nomer`, `Nama`, `Alamat` FROM `tabel_webhozz` ;

SELECT * Contoh

Pernyataan SQL berikut memilih semua kolom dari “tabel_webhozz” tabel:

SELECT * FROM `tabel_webhozz`

Pengertian Database

Banyak pendapat jika menyangkut tentang pengertian database, berbagai textbook dan pendapat para expert di dunia database. Namun agar tidak tertalu pusing, marilah kita ambil saja pendapat Wikipedia: “A database is an organized collection of data”. Dengan terjemahan bebasnya, Database adalah kumpulan data yang terorganisir.

Tidak peduli apakah data ini tersimpan dalam bentuk kertas atau file komputer, selama data ini tersusun dalam aturan dan untuk keperluan tertentu, dapat disebut sebagai database. Namun biasanya jika kita menyebut database, hal ini merujuk kepada kumpulan data yang disimpan secara elektronik dalam komputer.
Pengertian Database Model

Sekali lagi, mari kita kutip Wikipedia : A database model is the theoretical foundation of a database and fundamentally determines in which manner data can be stored, organized, and manipulated in a database system. Artian bebasnya, database model adalah teori seputar bagaimana data itu akan disimpan, disusun, dan dimanipulasi dalam sebuah sistem database.

Dari awal konsep database mulai banyak digunakan (sekitar tahun 1960an – di amerika sana), berbagai teori dikemukakan tentang bagaimana cara menyajikan data agar mudah digunakan. Mudah digunakan disini mencakup: membuat, membaca, memperbaharui, dan menghapus data, atau stilah kerennya : CRUD (Create, Read, Update and Delete).

Mulailah berkembang berbagai database model, dari Flat model, Hierarchical model, Network model, hingga Relational model. Flat model adalah istilah lain dari tabel sederhana seperti di microsoft excel, tanpa aturan dan cara penulisan tertentu. Dalam Hierarchical model, data disusun seperti pohon terbalik, sehingga data terorganisasi dari atas ke bawah. Model database ini digunakan pada sistem database awal, seperti Information Management System (IMS) oleh IBM (1966). Network database model merupakan pengembangan dari Hierarchical model. Pembahasan lebih lanjut tentang Database Model, dapat dibaca di wikipedia-database model.

Pengertian Structured Query Language (SQL)

SQL (Structured Query Language) adalah bahasa pemrograman khusus yang digunakan untuk memanajemen data dalam RDBMS. SQL biasanya berupa perintah sederhana yang berisi instruksi-instruksi untuk manipulasi data. Perintah SQL ini sering juga disingkat dengan sebutan ‘query‘.
Sejarah SQL

Bersamaan dengan paper Dr. Edgar F. Codd pada tahun 1969 tentang Teori Database Relational, ia pun mengajukan sebuah bahasa yang disebut DSL/Alpha untuk memanajemen data dalam relational database. Berdasarkan ide Dr.Codd ini, beberapa saat setelah itu IBM mencoba merancang bahasa prototipe sederhana DSL/Alpha yang disebut SQUARE.

Pada tahun 1970, team yang beranggotakan peneliti IBM Donald D. Chamberlin dan Raymond F. Boyce, mengembangkan SQUARE lebih lanjut menjadi SEQUEL (Structured English Query Language). SEQUEL digunakan untuk mengoperasikan prototipe RDBMS pertama IBM, System R. Dikemudian hari, SEQUEL berubah nama menjadi SQL karena permasalahan merk dagang (trademark) dengan sebuah perusahaan pesawat di inggris yang terlebih dahulu telah memakai nama SEQUEL.

Pada akhir 1970an, perusahaan Relational Software, Inc. (sekarang Oracle Corporation) melihat potensi bahasa SQL dan mengembangkan sendiri versi SQL untuk RDBMS mereka. Oracle V2 (versi 2) yang dirilis Juni 1979 adalah RDBMS komersial pertama yang mengimplementasikan SQL.

Dengan kemudahan yang ditawarkan, SQL mulai diimplementasikan oleh berbagai RDBMS dengan versi SQL mereka masing-masing. Namun hal ini menimbulkan permasalahan karena perbedaan penerapan SQL dari satu aplikasi dengan aplikasi database lainnya yang tidak seragam.Sehingga pada tahun 1986, badan standar amerika, ANSI (American National Standards Institute) merancang sebuah standar untuk SQL. Satu tahun setelahnya, ISO (International Organization for Standardization) juga mengeluarkan standar untuk SQL. Versi terakhir standar SQL dirilis pada 2011, yang dinamakan SQL 2011. Dengan standar ini diharapkan ada keseragaman SQL antar aplikasi RDBMS.

Akan tetapi walaupun sudah ada standar tentang SQL, banyak perusahaan RDBMS yang menambahkan ‘fitur’ SQL selain standar yang ada. MySQL juga memiliki SQL yang tidak standar, yang tidak ada pada Oracle, begitu juga sebaliknya. Namun setidaknya bahasa SQL hampir sama untuk perintah-perintah dasar antar RDBMS. Perintah SQL untuk membuat tabel misalnya, dapat digunakan baik di Oracle maupun MySQL.
Jenis-jenis perintah SQL

Perintah atau instruksi SQL dapat dikelompokkan berdasarkan jenis dan fungsinya. Terdapat 3 jenis perintah dasar SQL : Data Definition Language, Data Manipulation Language dan Data Control Language.

Data Definition Language (DDL) adalah jenis instruksi SQL yang berkaitan dengan pembuatan struktur tabel maupun database. Termasuk diantaranya : CREATE, DROP, ALTER, dan RENAME.

Data Manipulation Language (DML) adalah jenis instruksi SQL yang berkaitan dengan data yang ada dalam tabel, tentang bagaiman menginput, menghapus, memperbaharui serta membaca data yang tersimpan di dalam database. Contoh perintah SQL untuk DML : SELECT, INSERT, DELETE, dan UPDATE.

Data Control Language (DCL) adalah jenis instruksi SQL yang berkaitan dengan manajemen hak akses dan pengguna (user) yang dapat mengakses database maupun tabel. Termasuk diantaranya : GRANT dan REVOKE.

Selain ketiga jenis perintah SQL, terdapat juga 2 jenis SQL tambahan : Transaction Control Language, dan Programmatic SQL.

Transaction Control Language (TCL) adalah perintah SQL untuk proses transaksi. Proses transaksi ini digunakan untuk perintah yang lebih dari 1, namun harus berjalan semua, atau tidak sama sekali. Misalnya untuk aplikasi critical seperti transfer uang dalam sistem database perbankan. Setidaknya akan ada 2 perintah, yaitu mengurangi uang nasabah A, dan menambah uang nasabah B. Namun jika terjadi kesalahan sistem, kedua transaksi ini harus dibatalkan. Tidak bisa hanya satu perintah saja. Termasuk ke dalam TCL adalah perintah : COMMIT, ROLLCABK, dan SET TRANSACTION.

Programmatic SQL berkaitan dengan sub program (stored procedure) maupun penjelasan mengenai struktur database. Contoh perintah seperti : DECLARE, EXPLAIN, PREPARE, dan DESCRIBE.

Setelah memahami sekilas tentang bahasa pemograman database : SQL, dan teori-teori dasar database dari beberapa tutorial sebelumnya, kita sudah siap untuk tutorial selanjutnya, download dan install aplikasi MySQL.

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Sql
James R. Groff : SQL The Complete Reference, 3rd Edition,McGraw-Hill, 2010
http://www.duniailkom.com/tutorial-mysql-pengertian-sql-structured-query-language/

SQL SELECT Statement

Pernyataan SELECT digunakan untuk memilih data dari database. SQL SELECT Statement
Pernyataan SELECT digunakan untuk memilih data dari database.
Hasilnya disimpan dalam result table, disebut result-set.

SQL SELECT Syntax

SELECT column_name,column_name
FROM table_name;

contoh perintahnya adalah:


SELECT * FROM table_name;

Penjelasan Tentang SQL

Sebagian besar tindakan yang Anda butuhkan untuk melakukan pada database dilakukan dengan pernyataan SQL. Pernyataan SQL berikut memilih semua catatan dalam “Customers” tabel:


SELECT * FROM Customers;

Dalam tutorial ini kita akan mengajarkan Anda semua tentang pernyataan SQL yang berbeda. Perlu kita ketahui:
pilih adalah sama dengan SELECT Dalam tutorial ini kita akan menulis semua kata kunci SQL di atas-kasus. Koma setelah Statement SQL?

Beberapa sistem database membutuhkan tanda titik koma di akhir setiap pernyataan SQL. Titik koma adalah cara standar untuk memisahkan setiap pernyataan SQL dalam sistem database yang memungkinkan lebih dari satu pernyataan SQL yang akan dieksekusi dalam panggilan yang sama ke server. Dalam tutorial ini, kita akan menggunakan titik koma di akhir setiap pernyataan SQL.

Beberapa Perintah SQL Paling Penting

SELECT – ekstrak data dari database
UPDATE – update data dalam database
DELETE – menghapus data dari database
INSERT INTO – menyisipkan data baru ke dalam database
CREATE DATABASE – membuat database baru
ALTER DATABASE – memodifikasi database
CREATE TABLE – membuat tabel baru
ALTER TABLE – memodifikasi tabel
DROP TABLE – menghapus tabel
CREATE INDEX – membuat index (key pencarian)
INDEX DROP – menghapus indeks

Cara Memberikan Nilai kepada Variabel

Sama seperti sebagian besar bahasa pemograman lainnya, untuk memberikan nilai kepada sebuah variabel, PHP menggunakan tanda sama dengan (=). Operator ‘sama dengan‘ ini dikenal dengan istilah Assignment Operators.

Perintah pemberian nilai kepada sebuah variabel disebut dengan assignment. Jika variabel tersebut belum pernah digunakan, dan langsung diberikan nilai awal, maka disebut juga dengan proses inisialisasi.

Berikut contoh cara memberikan nilai awal (inisialisasi) kepada variabel:

<?php
   $nama = "andi";
   $umur = 17;
   $pesan = "Saya sedang belajar PHP di zonatutorials.com";
?>

Variabel dalam PHP bersifat case sensitif

PHP membedakan variabel yang ditulis dengan huruf besar dan kecil (bersifat case sensitif) , sehingga $belajar tidak sama dengan $Belajar dan $BELAJAR, ketiganya akan dianggap sebagai variabel yang berbeda.

Untuk menghindari kesalahan program yang dikarenakan salah merujuk variabel, disarankan menggunakan huruf kecil untuk seluruh nama variabel.

<?php
   $andi="Andi";
   echo $Andi; // Notice: Undefined variable: Andi
?>

Dalam contoh diatas, PHP mengeluarkan error karena tidak menemukan variabel $Andi.

Pengertian Variabel dalam PHP

Dalam pemograman, variabel adalah suatu lokasi penyimpanan (di dalam memori komputer) yang berisikan nilai atau informasi yang nilainya tidak diketahui maupun telah diketahui (wikipedia).

Dalam defenisi bebasnya, variabel adalah kode program yang digunakan untuk menampung nilai tertentu. Nilai yang disimpan di dalam variabel selanjutnya dapat dipindahkan ke dalam database, atau ditampilkan kembali ke pengguna.

Nilai dari variabel dapat di isi dengan informasi yang diinginkan dan dapat dirubah nilainya pada saat kode program sedang berjalan. Sebuah variabel memiliki nama yang digunakan untuk mengakses nilai dari variabel itu. Jika anda memiliki pengetahuan dasar tentang bahasa pemograman, tentunya tidak asing dengan istilah variabel.

Sama seperti variabel dalam bahasa pemograman lainnya, variabel dalam PHP digunakan untuk menampung nilai inputan dari user, atau nilai yang kita definisikan sendiri. Namun PHP memiliki beberapa aturan tentang cara penggunaan dan penulisan variabel.

Aturan Penulisan Variabel dalam PHP
1. Penulisan variabel harus diawali dengan tanda $

Variabel di dalam PHP harus diawali dengan dollar sign atau tanda dollar ($).

Setelah tanda $, sebuah variabel PHP harus diikuti dengan karakter pertama berupa huruf atau underscore (_), kemudian untuk karakter kedua dan seterusny bisa menggunakan huruf, angka atau underscore (_). Dengan aturan tersebut, variabel di dalam PHP tidak bisa diawali dengan angka.

Minimal panjang variabel adalah 1 karakter setelah tanda $.

Berikut adalah contoh penulisan variabel yang benar dalam PHP:

<?php
   $i;
   $nama;
   $Umur;
   $_lokasi_memori;
   $ANGKA_MAKSIMUM;
?>

Dan berikut adalah contoh penulisan variabel yang salah:

	
<?php
   $4ever; //variabel tidak boleh diawali dengan angka
   $_salah satu; //varibel tidak boleh mengandung spasi
   $nama*^; //variabel tidak boleh mengandung karakter khusus: * dan ^
?>

Karakter Spasi dan Tab dalam PHP

Secara umum, karakter spasi dan tab diabaikan di dalam eksekusi program PHP. Anda boleh memecah sebuah statement menjadi beberapa baris, atau menyatukan beberapa statement dalam sebuah baris yang panjang. Seperti contoh berikut:

<?php
echo "Ini kalimat pertama"; echo "Ini kalimat kedua"; $nama="webhozz.com";
?>

Baris perintah itu sama artinya dengan

<?php
     echo "Ini kalimat pertama";
     echo "Ini kalimat kedua";
     $nama = "webhozz";
?>