RATING AJAIB GOOGLE HITS

 

Sebenarnya, apa yang dilakukan banyak orang ketika googling? Pertama, mereka pasti memasukkan kata kunci yang terpikirkan. Teknik merangkai kata kunci mungkin belum terpikirkan. Teknik merangkai kata kunci mungkin belum terpikirkan. Beberapa hanya menuliskan kata kunci tanpa prosedur untuk mengeliminasi dan membatasi hasil pencarian.

Dalam beberapa kasus, penulis dengan pembatasan akan mengeliminasi informasi. Misalnya, beberapa perpustakaan tidak menyertakan informasi. Misalnya, beberapa perpustakaan tidak menyertakan nama depan, tetapi hanya nama belakang atau nama keluarga. Google memahami dan berkata, “jika pengguna mengalami kendala, bahkan tidak tahu apa yang hendak dicarinya, maka hal ini menjadi masalah Google”.  Oleh sebab itu, tidak menjadi soal bagaimana Anda menuliskan kata kunci. Hal paling penting adalah hasil dan jumlah pencarian yang terus konsisten dari halaman demi halaman. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka kesempatan menuai popularitas menjadi lebih besar. Pada dasarnya, brand produk maupun personal memiliki banyak atribut lain yang terelasi dengan kata kunci utama. Misalnya, seseorang memiliki banyak hobi atau profesi tertentu. Untaian kata kunci terelasi tersebut yang menjadi pertimbangan Google untuk menyertakan informasi yang terelasi lainnya dengan kata kunci utama. Perhatikan revolusi hasil pencarian Google  yang menembus jumlah hits cukup tinggi pada gambar berikut:

 

HASIL INSTAN TEKNIK SEO DAN MENILAI RATING

 

Setelah menerapkan semua kiat di dalam artikel ini, Google akan mengubah dan mendefinisikan ulang daftar pencarian. Otomatis, semesta Google akan mengalami perubahan secara bertahap. Sebagai akibatnya, pencarian pada Google akan berfluktuasi dengan pertumbuhan yang signifikan setiap hari. Pertumbuhan signifikan tersebut akan dipengaruhi oleh konten yang Anda buat.

Trik pada artikel ini merupakan kumpulan kiat-kiat praktis untuk meningkatkan popularitas tanpa melakukan kecurangan dalam hal program. Oleh sebab itu, perubahan tidak akan terjadi begitu saja. Trik yang dibangun secara bertahap tetap akan menyita perhatian dari Google. Popularitas tinggi dapat digunakan untuk merancang bisnis online, promosi diri, membangun reputasi, dan sarana meningkatkan trust.

Mengenal Subversion (SVN)

Subversion, atau dikenal juga dengan nama SVN, adalah suatu perangkat lunak sumber terbuka pengontrol versi yang dapat mengatur proses pengembangan perangkat lunak yang dilakukan oleh suatu kelompok pemrogram yang terpisah menjadi runut dan teratur. Subversion diciptakan oleh CollabNet yang memegang merek dagang “Subversion” dan sampai sekarang masih memelihara proyek ini. Subversion tersedia dalam versi Linux, Windows, FreeBSD, OpenBSD, Solaris, Mac OS X dan OS/400. Subversion dirancang khusus sebagai pengganti modern dari CVS. Untuk mencegah corrupt dalam database, SVN menggunakan konsep operasi atom. Perubahan yang dilakukan terhadap sumber diterapkan atau tidak, yang berarti tidak ada perubahan parsial pada sumber aslinya. Contoh program dari SVN ini adalah tortoisesvn.

Fungsi dasar dari SVN (Sub Version) tersebut sebagai berikut:

  • Mencatat perubahan code yang terjadi dalam membuat perubahan.
  • Dapat melihat seluruh historical pada data.
  • Kemampuan melakukan fungsi undo sehingga bisa mengembalikan kondisi program sebelum error itu terjadi.
  • File sharing, yang memungkinkan satu file dapat dikerjakan oleh beberapa orang (team) dalam waktu bersamaan.

Keunggulan dari SVN :

  • Sistem baru berdasarkan CVS
  • Menerapkan operasi atom
  • Murah dalam pengoperasian
  • Sistem terpusat, tidak mendukung peer to peer
  • Berbagai macam plug-in untuk IDE

Kekurangan dari SVN :

  • Masih ada bug dalam renam file maupun direktori
  • Perintah manajemen repositori tidak banyak
  • Kecepatan kompresi data lambat
  • Ketika server down, maka client tidak dapat mengakses.

 

Mengenal Git Keunggulan dan Kelemahannya

 

Git adalah system kendali kode sumber (revision control system, atau version control system, atau VCS). Git pertama kali didesain dan dikoding oleh Bapak Linux sendiri, Linus Torvalds, tahun 2005 untuk menggantikan VCS komersialBitKeeper yang kala itudigunakan untuk mengatur kode sumber Linux. Karena tidak menemukan sistem lain yang lebih cepat untuk menangani kode sebesar kernel Linux, maka Linus menulis VCS sendiri. Karenanya, salah satu fitur utama git sejak awal adalah kecepatannya. Berbeda dari system kode sumber yang sudah terlebih dulu popular sebelumnya yaitu CVS dan Subversion, git tidak bersifat tersentralisasi melainkan terdistribusi. Artinya, setiap pengembang tidak hanya menyimpan working copy di computer anda.

halnya, tapi juga menyimpan repositori, yang berisi sejarah lengkap perubahan. Sementara di system tersentralisasi, hanya ada satu repository tunggal (umumnya di server yang dapat diakses oleh semua pengembang lewat jaringan).

Karena masing-masing pengembang memiliki repositori, maka komit dapat dilakukan secara offline di repository lokal di computer sendiri, tidak harus terhubung kerepositori sentral di jaringan. Saat ingin bertukar/mensinkronisasi hasil kerja dengan pengembang lain, baru kita terkonek kejaringan dan melakukan merging atau patching. Contoh program dari Git adalah gibak, bupdaneigenclass. Konsep Git dari awal adalah pada kecepatannya dan sistemnya terdistriusi yang memungkinkan untuk menjadikan Git bukanhanya digunakan oleh programmer untuk memanajemem kode sumber program, tetapi juga dapat digunakan oleh “pemakai biasa” untuk mengatur berbagai jenis data. Oleh karena kecepatannya, maka Git sangat bagus dalam kompresi data dibandingkan dengan VCS lain.

Hampir semua operasi dilakukan secara local

Operasi pada Git hanya membutuhkan berkas-berkas dan  resource lokal – tidak ada informasi yang dibutuhkan dari komputer lain pada jaringan. Jika kalian terbiasa dengan VCS terpusat dimana kebanyakan operasi memiliki overhead latensijaringan, aspek Git satu ini akan membuat anda berpikir bahwa para dewa kecepatan telah memberkati Git dengan kekuatan. Karena anda memiliki seluruh sejarah dari proyek di lokal disk anda, dengan kebanyakan operasi yang  tampak hamper seketika.

Keunggulan dari Git :

  • Design yang sederhana
  • Mendukung dalam pengembangan non-linear(pengembanganparalel)
  • Sistem terdistribusi, peer to peer
  • Mendukung dalam proyek besar seperti Kernel Linux
  • Akses menggunakan command line (tidakharusclient-server)
  • Penyimpanan murni berbasis file (tidak menggunakan database/SQL)

Kelemahan dari Git :

  • Tidak Optimal untuk pengembang tunggal
  • Dukungan untuk Windows terbatas dibandingkan Linux