Cara Deploy Website ke Vercel atau Netlify Tanpa Ribet

Cara Deploy Website ke Vercel atau Netlify Tanpa Ribet

Kalau kamu sudah capek ngoding, bikin landing page keren, atau bahkan bikin web app pakai React, Vue, atau HTML biasa, pasti ada satu pertanyaan penting:
“Gimana caranya supaya website ini bisa diakses orang lain?”

Jawabannya adalah: deploy.

Deploy itu ibarat memindahkan website dari laptop kamu ke internet, supaya bisa diakses siapa saja, kapan saja. Dan kabar baiknya, sekarang deploy website itu jauh lebih gampang dibanding zaman dulu yang harus ribet setting server manual.

Di artikel ini, kita akan bahas cara deploy website ke Vercel atau Netlify tanpa ribet. Cocok banget buat pemula, mahasiswa, peserta bootcamp, atau kamu yang baru belajar frontend.

Kenapa Harus Vercel atau Netlify?

Sebelum masuk ke tutorial, kita bahas dulu kenapa dua platform ini populer banget.

Vercel dan Netlify adalah layanan hosting modern yang dirancang khusus untuk developer frontend. Mereka mendukung:

  • Deploy langsung dari GitHub
  • Otomatis build project React, Vue, dan framework modern lainnya
  • Free SSL (HTTPS)
  • Domain gratis bawaan
  • Proses deploy super cepat

Dan yang paling penting: ada paket gratis yang cukup banget buat project belajar atau portfolio.

Perbedaan Singkat Vercel dan Netlify

Secara umum, keduanya mirip. Tapi ada beberapa perbedaan kecil:

Vercel:

  • Sangat optimal untuk Next.js
  • Proses deploy sangat cepat
  • UI sederhana
  • Cocok untuk project modern berbasis React

Netlify:

  • Lebih fleksibel untuk berbagai jenis project
  • Punya fitur form handling dan serverless function
  • Cocok untuk static site dan SPA

Kalau kamu pakai React atau Next.js, Vercel sangat nyaman.
Kalau kamu bikin landing page HTML biasa atau Vue, Netlify juga sangat enak dipakai.

Sekarang kita masuk ke tutorialnya.

Bagian 1: Cara Deploy Website ke Vercel

Langkah 1: Siapkan Project

Pastikan project kamu sudah:

  • Berjalan normal di localhost
  • Tidak ada error
  • Sudah di-push ke GitHub

Kalau belum punya GitHub, buat dulu akun dan upload project kamu ke sana.

Langkah 2: Login ke Vercel

  1. Buka vercel.com
  2. Klik Sign Up
  3. Login menggunakan GitHub

Setelah login, kamu akan masuk ke dashboard.

Langkah 3: Import Project

  1. Klik “Add New Project”
  2. Pilih repository dari GitHub
  3. Klik Import

Vercel biasanya otomatis mendeteksi framework yang kamu gunakan.

Contoh:

  • React (Vite)
  • Next.js
  • Vue
  • Angular

Langkah 4: Klik Deploy

Biasanya kamu tidak perlu setting apa-apa.
Cukup klik Deploy, tunggu proses build selesai (sekitar 1–2 menit).

Kalau berhasil, Vercel akan memberikan URL seperti:

namaproject.vercel.app

Dan website kamu sudah online 🎉

Setiap kali kamu push update ke GitHub, Vercel otomatis deploy ulang. Praktis banget.

Bagian 2: Cara Deploy Website ke Netlify

Sekarang kita coba cara deploy ke Netlify.

Langkah 1: Login ke Netlify

  1. Buka netlify.com
  2. Login menggunakan GitHub

Langkah 2: Add New Site

  1. Klik “Add New Site”
  2. Pilih “Import an Existing Project”
  3. Pilih GitHub
  4. Pilih repository project kamu

Langkah 3: Konfigurasi Build

Kalau kamu pakai Vite misalnya:

Build Command:
npm run build

Publish Directory:
dist

Kalau pakai Create React App:

Build Command:
npm run build

Publish Directory:
build

Biasanya Netlify juga bisa mendeteksi otomatis.

Langkah 4: Deploy

Klik Deploy Site.
Tunggu proses build selesai.

Kalau berhasil, kamu akan dapat URL seperti:

namaproject.netlify.app

Selesai. Website kamu sudah online.

Cara Deploy Website HTML Biasa Tanpa GitHub

Kalau kamu cuma punya file HTML, CSS, dan JavaScript biasa tanpa GitHub, kamu tetap bisa deploy.

Di Netlify:

  1. Login ke dashboard
  2. Drag & drop folder project kamu ke halaman Netlify

Dalam hitungan detik, website langsung online.

Ini cocok banget buat pemula yang baru belajar HTML & CSS.

Custom Domain (Opsional)

Kalau kamu sudah punya domain seperti:

namakamu.com

Kamu bisa menghubungkannya ke Vercel atau Netlify.

Langkah umum:

  1. Masuk ke pengaturan domain di platform
  2. Tambahkan domain
  3. Arahkan DNS dari provider domain ke Vercel atau Netlify

Biasanya cuma butuh setting A record atau CNAME.

Tips Agar Deploy Tidak Error

Beberapa masalah yang sering terjadi saat deploy:

  1. Lupa install dependency
  2. Versi Node tidak sesuai
  3. Build error
  4. Environment variable belum diset

Kalau project pakai API key atau token, jangan lupa set Environment Variable di dashboard hosting.

Kenapa Developer Modern Wajib Bisa Deploy?

Sekarang dunia kerja menuntut developer yang:

  • Bisa ngoding
  • Bisa push ke GitHub
  • Bisa deploy sendiri

Kalau kamu hanya bisa ngoding tapi tidak bisa deploy, kamu akan kesulitan saat kerja tim.

Deploy juga penting untuk:

  • Portfolio
  • Melamar kerja
  • Presentasi ke klien
  • Demo project

Bahkan banyak recruiter yang lebih tertarik melihat link project dibanding hanya CV.

Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Kalau kamu masih bingung, ini saran simpel:

Pakai Vercel kalau:

  • Kamu pakai React atau Next.js
  • Ingin proses super simpel
  • Fokus frontend modern

Pakai Netlify kalau:

  • Kamu punya banyak static site
  • Butuh fitur tambahan seperti form handling
  • Ingin drag & drop tanpa GitHub

Sebenarnya dua-duanya bagus. Kamu bahkan bisa coba keduanya untuk latihan.

Kesimpulan

Deploy website sekarang bukan lagi hal yang rumit.
Dengan Vercel atau Netlify, kamu bisa:

  • Deploy gratis
  • Otomatis dari GitHub
  • Dapat HTTPS
  • Update otomatis setiap push

Untuk pemula, ini adalah langkah penting setelah belajar HTML, CSS, dan JavaScript.

Karena website yang hanya ada di laptop itu belum selesai.
Website baru benar-benar “hidup” ketika sudah online.

Kalau kamu serius ingin jadi frontend atau fullstack developer, kuasai proses deploy dari sekarang. Itu skill kecil tapi berdampak besar untuk karier kamu.