Halo sobat Webhozz berjumpa lagi dengan saya, kali ini saya ingin membagikan artikel mengenai Web Hosting beserta jenisnya. Agar sobat Webhozz tidak bingung langsung aja yuk kita masuk ke pembahasan artikelnya sobat Webhozz.
Web hosting ibaratnya adalah fisik bangunan bagi website kalian. Di sinilah kalian akan menempatkan file-file hasil desain web agar dapat diakses di internet. Penyedia layanan web hosting adalah perusahaan yang menyediakan komputer server di internet. Di dalam server berjalan berbagai program komputer, termasuk program web server yang memungkinkan desain web kalian bisa diakses di internet. Penyedia web hosting menawarkan layanannya dengan cara membagi sumber daya pada servernya, misalnya hard disk, memory, dan bandwidth jaringan.
Untuk menggunakan layanan web hosting, ada beberapa alternatif cara untuk mendapatkannya. Berikut beberapa jenis model layanan hosting yang bisa kalian pilih:
- Free Hosting : merupakan layanan hosting gratis. Kalian cukup mendaftarkan diri dan menempatkan file web kalian di server. Penyedia free hosting biasanya menawarkan sub domain untuk alamat web jika kalia belum memiliki domain sendiri. Mengingat gratis, penyedia hosting umumnya membatasi pemakaian sumer dayanya. Sebagian juga menyisipkan iklan di halaman web kalian sebagai balas jasa.
- Shared Hosting : merupakan layanan hosting berbayar yang paling murah. Penyedia hosting mengkapling-kapling sebuah server dan sumber dayanya, sehingga dapat dipakai bersama-sama oleh puluhan hingga ratusan website. Pengguna layanan cukup memilih paket kapling yang sudah disediakan, misalnya dengan ruang simpan tertentu.
- Hampir semua layanan web hosting Indonesia menawarkan paket shared hosting. Jenis layanan ini diminati karena murah meriah. Harga sewanya berkisar antara puluhan ribu hingga ratusan ribu per-tahun. Mengingat sumber dayanya dipakai bersama dan ada pembatasan, shared hosting hanya cocok untuk website rintisan. Shared Hosting tidak cocok untuk website yang mulai ramai (ribuan pengunjung per-hari).
- Reseller Hosting : merupakan layanan “makelar” hosting. Sang penyelenggara sebenarnya bukan pengelola server, melainkan konsumen yang menjadi perpanjangan tangan dari penyedia hosting lain. Reseller diberi kewenangan untuk menjual kembali, membuat paket-paket, dan menggunakan nama/merek sendiri untuk layanannya. Reseller umumnya menyewa hosting paket besar, lalu mengkaplingnya seperti layanan shared hosting.
- VPS Hosting : merupakan layanan hosting berbayar yang lebih mahal dibandingkan shared hosting. Harga sewanya berkisar antara puluhan hingga ratusan ribu per bulan. Secara teknis, penyedia hosting membagi sumber daya sebuah server menjadi beberapa server virtual. Berbeda dengan shared hosting yang dipakai secara berjamaah, VPS dibatasi hanya untuk beberapa pelanggan saja agar performa tiap server virtual bisa terjaga. Perbedaan paket dan harga VPS terletak pada besar kapasitas hard disk, bandwith, jumlah Core CPU, alokasi memori, jumlah IP address, dan spesifikasi teknis lainnya. Pelanggan VPS akan mendapatkan hak akses sebagai root (administrator), bisa memilih siste operasi, menginstal aplikasi sendiri, dan bisa menggunakan hosting untuk beberapa website sekaligus. Jadi pelagga VPS seakan-akan memiliki server sendiri di internet.
- Dedicated Hosting : merupakan layanan hosting berbayar yang cukup mahal. Penyedia layanan menyewakan sebuah server kepada seorang pelanggan saja. Pelanggan secara penuh dapat menggunakan server dan sumber daya untuk kebutuhan sendiri, seakan-akan menjadi pemilik server tersebut.
- Cloud Hosting : merupakan perluasan dari model VPS Hosting. Secara teknis, penyedia layanan menggabungkan sumber daya beberapa server, penyedia layanan menggabungkan sumber daya beberapa server, lalu membagi-baginya kembali menjadi beberapa server virtual.
- Colocation Hosting : merupakan layanan hosting berbayar paling mahal. Penyedia layanan hanya menyediakan infrastruktur dan prasarana pendukung, adapun pelanggan harus menyediakan komputer server sendiri.
Setelah mendapatkan “rumah” bagi website kalian di salah satu jenislayanan web hosting di atas, langkah selanjutnya adalah mengarahkan Name Server domain yang telah kalian miliki ke web hosting kalian. Ibaratnya kalian memasang papan alamat di rumah baru kalian. Registrar dan web hosting selalu memberikan petunjuk mengenai hal ini saat kalian mulai menggunakan jasanya. Jika kalian mendaftarkan nama domain dan sekaligus menggunakan jasa web hosting di tepat yang sama, maka proses ini akan dilakukan oleh sang penyedia layanan.
Setelah domain diarahkan ke web hosting, kalian harus menuggu beberapa saat. Informasi Domain Name Server (DNS) kalian akan disebarkan dahulu ke seluruh server DNS di jaringan internet. Proses ini disebut dengan Domain Propagation. Prosesnya bisa memakan waktu beberapa jam hingga 2 hari. Jika kalian menggunakan domain baru biasanya berlangsung cepat dalam hitungan jam. Namun jika kalian memindahkan domain dari hosting lama ke hosting baru, maka prosesnya bisa sampai 2 hari. Hal ini karena cache informasi DNS kalian masih belum diperbarui oleh sebagian server DNS di jaringan internet.
Setelah domain kalian terhubung ke web hosting, alamat website kalian pun bisa diakses di browser, tentunyadengan tampilan halaman web default dari hosting kalian. Kalian tinggal meng-upload file-file desain web kalian e web hosting. Hasilnya, website kalian pun tampil saat diakses.
Nah itulah pembahasan singkat mengenai Web Hosting beserta jenisnya, semoga pembahasan artikel ini dapat membantu sobat Webhozz dalam mempelajari web design dan dapat menambah pengetahuan sobat Webhozz semuanya. Sampai berjumpa lagi pada pembahasan artikel-artikel lainnya yang tentunya lebih menarik lagi.
