Cara Memberikan Nilai kepada Variabel

Sama seperti sebagian besar bahasa pemograman lainnya, untuk memberikan nilai kepada sebuah variabel, PHP menggunakan tanda sama dengan (=). Operator ‘sama dengan‘ ini dikenal dengan istilah Assignment Operators.

Perintah pemberian nilai kepada sebuah variabel disebut dengan assignment. Jika variabel tersebut belum pernah digunakan, dan langsung diberikan nilai awal, maka disebut juga dengan proses inisialisasi.

Berikut contoh cara memberikan nilai awal (inisialisasi) kepada variabel:

<?php
   $nama = "andi";
   $umur = 17;
   $pesan = "Saya sedang belajar PHP di webhozz.com";
?>

Pengertian Database

Banyak pendapat jika menyangkut tentang pengertian database, berbagai textbook dan pendapat para expert di dunia database. Namun agar tidak tertalu pusing, marilah kita ambil saja pendapat Wikipedia: “A database is an organized collection of data”. Dengan terjemahan bebasnya, Database adalah kumpulan data yang terorganisir.

Tidak peduli apakah data ini tersimpan dalam bentuk kertas atau file komputer, selama data ini tersusun dalam aturan dan untuk keperluan tertentu, dapat disebut sebagai database. Namun biasanya jika kita menyebut database, hal ini merujuk kepada kumpulan data yang disimpan secara elektronik dalam komputer.
Pengertian Database Model

Sekali lagi, mari kita kutip Wikipedia : A database model is the theoretical foundation of a database and fundamentally determines in which manner data can be stored, organized, and manipulated in a database system. Artian bebasnya, database model adalah teori seputar bagaimana data itu akan disimpan, disusun, dan dimanipulasi dalam sebuah sistem database.

Dari awal konsep database mulai banyak digunakan (sekitar tahun 1960an – di amerika sana), berbagai teori dikemukakan tentang bagaimana cara menyajikan data agar mudah digunakan. Mudah digunakan disini mencakup: membuat, membaca, memperbaharui, dan menghapus data, atau stilah kerennya : CRUD (Create, Read, Update and Delete).

Mulailah berkembang berbagai database model, dari Flat model, Hierarchical model, Network model, hingga Relational model. Flat model adalah istilah lain dari tabel sederhana seperti di microsoft excel, tanpa aturan dan cara penulisan tertentu. Dalam Hierarchical model, data disusun seperti pohon terbalik, sehingga data terorganisasi dari atas ke bawah. Model database ini digunakan pada sistem database awal, seperti Information Management System (IMS) oleh IBM (1966). Network database model merupakan pengembangan dari Hierarchical model. Pembahasan lebih lanjut tentang Database Model, dapat dibaca di wikipedia-database model.

Pengertian Structured Query Language (SQL)

SQL (Structured Query Language) adalah bahasa pemrograman khusus yang digunakan untuk memanajemen data dalam RDBMS. SQL biasanya berupa perintah sederhana yang berisi instruksi-instruksi untuk manipulasi data. Perintah SQL ini sering juga disingkat dengan sebutan ‘query‘.
Sejarah SQL

Bersamaan dengan paper Dr. Edgar F. Codd pada tahun 1969 tentang Teori Database Relational, ia pun mengajukan sebuah bahasa yang disebut DSL/Alpha untuk memanajemen data dalam relational database. Berdasarkan ide Dr.Codd ini, beberapa saat setelah itu IBM mencoba merancang bahasa prototipe sederhana DSL/Alpha yang disebut SQUARE.

Pada tahun 1970, team yang beranggotakan peneliti IBM Donald D. Chamberlin dan Raymond F. Boyce, mengembangkan SQUARE lebih lanjut menjadi SEQUEL (Structured English Query Language). SEQUEL digunakan untuk mengoperasikan prototipe RDBMS pertama IBM, System R. Dikemudian hari, SEQUEL berubah nama menjadi SQL karena permasalahan merk dagang (trademark) dengan sebuah perusahaan pesawat di inggris yang terlebih dahulu telah memakai nama SEQUEL.

Pada akhir 1970an, perusahaan Relational Software, Inc. (sekarang Oracle Corporation) melihat potensi bahasa SQL dan mengembangkan sendiri versi SQL untuk RDBMS mereka. Oracle V2 (versi 2) yang dirilis Juni 1979 adalah RDBMS komersial pertama yang mengimplementasikan SQL.

Dengan kemudahan yang ditawarkan, SQL mulai diimplementasikan oleh berbagai RDBMS dengan versi SQL mereka masing-masing. Namun hal ini menimbulkan permasalahan karena perbedaan penerapan SQL dari satu aplikasi dengan aplikasi database lainnya yang tidak seragam.Sehingga pada tahun 1986, badan standar amerika, ANSI (American National Standards Institute) merancang sebuah standar untuk SQL. Satu tahun setelahnya, ISO (International Organization for Standardization) juga mengeluarkan standar untuk SQL. Versi terakhir standar SQL dirilis pada 2011, yang dinamakan SQL 2011. Dengan standar ini diharapkan ada keseragaman SQL antar aplikasi RDBMS.

Akan tetapi walaupun sudah ada standar tentang SQL, banyak perusahaan RDBMS yang menambahkan ‘fitur’ SQL selain standar yang ada. MySQL juga memiliki SQL yang tidak standar, yang tidak ada pada Oracle, begitu juga sebaliknya. Namun setidaknya bahasa SQL hampir sama untuk perintah-perintah dasar antar RDBMS. Perintah SQL untuk membuat tabel misalnya, dapat digunakan baik di Oracle maupun MySQL.
Jenis-jenis perintah SQL

Perintah atau instruksi SQL dapat dikelompokkan berdasarkan jenis dan fungsinya. Terdapat 3 jenis perintah dasar SQL : Data Definition Language, Data Manipulation Language dan Data Control Language.

Data Definition Language (DDL) adalah jenis instruksi SQL yang berkaitan dengan pembuatan struktur tabel maupun database. Termasuk diantaranya : CREATE, DROP, ALTER, dan RENAME.

Data Manipulation Language (DML) adalah jenis instruksi SQL yang berkaitan dengan data yang ada dalam tabel, tentang bagaiman menginput, menghapus, memperbaharui serta membaca data yang tersimpan di dalam database. Contoh perintah SQL untuk DML : SELECT, INSERT, DELETE, dan UPDATE.

Data Control Language (DCL) adalah jenis instruksi SQL yang berkaitan dengan manajemen hak akses dan pengguna (user) yang dapat mengakses database maupun tabel. Termasuk diantaranya : GRANT dan REVOKE.

Selain ketiga jenis perintah SQL, terdapat juga 2 jenis SQL tambahan : Transaction Control Language, dan Programmatic SQL.

Transaction Control Language (TCL) adalah perintah SQL untuk proses transaksi. Proses transaksi ini digunakan untuk perintah yang lebih dari 1, namun harus berjalan semua, atau tidak sama sekali. Misalnya untuk aplikasi critical seperti transfer uang dalam sistem database perbankan. Setidaknya akan ada 2 perintah, yaitu mengurangi uang nasabah A, dan menambah uang nasabah B. Namun jika terjadi kesalahan sistem, kedua transaksi ini harus dibatalkan. Tidak bisa hanya satu perintah saja. Termasuk ke dalam TCL adalah perintah : COMMIT, ROLLCABK, dan SET TRANSACTION.

Programmatic SQL berkaitan dengan sub program (stored procedure) maupun penjelasan mengenai struktur database. Contoh perintah seperti : DECLARE, EXPLAIN, PREPARE, dan DESCRIBE.

Setelah memahami sekilas tentang bahasa pemograman database : SQL, dan teori-teori dasar database dari beberapa tutorial sebelumnya, kita sudah siap untuk tutorial selanjutnya, download dan install aplikasi MySQL.

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Sql
James R. Groff : SQL The Complete Reference, 3rd Edition,McGraw-Hill, 2010
http://www.duniailkom.com/tutorial-mysql-pengertian-sql-structured-query-language/

HTML Forms

tag Form
Bentuk HTML digunakan untuk mengumpulkan input pengguna.

tag form mendefinisikan bentuk HTML:


<form>
.
form elements
.
</form>

Bentuk HTML mengandung Unsur Bentuk. Elemen bentuk BERBAGAI JENIS masukan elemen, checkbox, radio Tombol, Tombol mengirimkan, Dan Banyak Lagi.

tag Input

tag Input adalah elemen bentuk yang paling penting. Input memiliki banyak variasi, tergantung pada jenis atribut.
Berikut adalah jenis-jenis yang digunakan dalam bab ini:

jenis Keteranganteks Mendefinisikan input teks biasa radio Mendefinisikan masukan tombol radio (untuk memilih salah satu dari banyak pilihan) mengirimkan Mendefinisikan sebuah tombol submit (untuk mengirimkan formulir)

Text Input
input type = “text” mendefinisikan input satu baris untuk input teks:


<form>
First name:<br>
<input type="text" name="firstname">
<br>
Last name:<br>
<input type="text" name="lastname">
</form> 

Maka Hasil nya di browser seperti ini:
form

HTML Symbols

HTML Simbol EntitasEntitas HTML yang dijelaskan dalam bab sebelumnya.Banyak matematika, teknis, dan simbol mata uang, yang tidak hadir pada keyboard normal.Untuk menambahkan simbol-simbol ini ke halaman HTML, Anda dapat menggunakan nama entitas HTML.Jika tidak ada nama entitas ada, Anda dapat menggunakan nomor entitas; desimal (atau heksadesimal) referensi.Jika Anda menggunakan nama entitas HTML atau nomor heksadesimal, karakter akan selalu muncul dengan benar.Ini adalah independen dari apa set karakter (encoding) halaman Anda gunakan!

 

<p>I will display &euro;</p>
<p>I will display €</p>
<p>I will display €</p>

maka hasilnya akan seperti ini:
symbol

SQL SELECT Statement

Pernyataan SELECT digunakan untuk memilih data dari database. SQL SELECT Statement
Pernyataan SELECT digunakan untuk memilih data dari database.
Hasilnya disimpan dalam result table, disebut result-set.

SQL SELECT Syntax

SELECT column_name,column_name
FROM table_name;

contoh perintahnya adalah:


SELECT * FROM table_name;

Penjelasan Tentang SQL

Sebagian besar tindakan yang Anda butuhkan untuk melakukan pada database dilakukan dengan pernyataan SQL. Pernyataan SQL berikut memilih semua catatan dalam “Customers” tabel:


SELECT * FROM Customers;

Dalam tutorial ini kita akan mengajarkan Anda semua tentang pernyataan SQL yang berbeda. Perlu kita ketahui:
pilih adalah sama dengan SELECT Dalam tutorial ini kita akan menulis semua kata kunci SQL di atas-kasus. Koma setelah Statement SQL?

Beberapa sistem database membutuhkan tanda titik koma di akhir setiap pernyataan SQL. Titik koma adalah cara standar untuk memisahkan setiap pernyataan SQL dalam sistem database yang memungkinkan lebih dari satu pernyataan SQL yang akan dieksekusi dalam panggilan yang sama ke server. Dalam tutorial ini, kita akan menggunakan titik koma di akhir setiap pernyataan SQL.

Beberapa Perintah SQL Paling Penting

SELECT – ekstrak data dari database
UPDATE – update data dalam database
DELETE – menghapus data dari database
INSERT INTO – menyisipkan data baru ke dalam database
CREATE DATABASE – membuat database baru
ALTER DATABASE – memodifikasi database
CREATE TABLE – membuat tabel baru
ALTER TABLE – memodifikasi tabel
DROP TABLE – menghapus tabel
CREATE INDEX – membuat index (key pencarian)
INDEX DROP – menghapus indeks

Pengertian Perulangan Foreach dalam PHP

Array merupakan tipe data yang sering digunakan dalam membuat program menggunakan PHP. Kemampuan array dalam menyimpan banyak data dalam satu variabel akan sangat berguna untuk menyederhanakan dan menghemat penggunaan variabel.Untuk menampilkan dan memproses data dari array, kita bisa memanfaatkan perulangan for.
Seperti contoh berikut ini:


<?php

$nama = array("Andri","Joko","Sukma","Rina","Sari"); 
for ($i=0; $i <5; $i++){   
echo "$nama[$i]";   
echo "<br />";}

?>

Contoh diatas membuat perulangan for sebanyak 5 kali, dengan variabel counter $i dimulai dari angka 0 (karena index array dimulai dari angka 0).Namun sebagai cara alternatif untuk menampilkan array, saya akan mengubah kode diatas dengan menggunakan perulangan foreach:


<?php

$nama = array("Andri","Joko","Sukma","Rina","Sari"); 
foreach ($nama as $val){   
echo "$val";   echo "<br />";}

?>

Maka seperti gambar berikut:

foreach1

Perulangan foreach diatas akan menampilkan semua isi array dengan perintah yang lebih singkat daripada menggunakan perulangan for.Cara Penulisan Perulangan Foreach dalam PHP Perulangan foreach merupakan perulangan khusus untuk pembacaan nilai array. Seperti yang telah kita bahas pada tutorial tentang tipe data array: Mengenal Tipe Data Array dan Cara Penulisan Array dalam PHP, setiap array memiliki pasangan key dan value. Key adalah ‘posisi’ dari array, dan value adalah ‘isi’ dari array. Format dasar perulangan foreach adalah:


foreach ($nama_array as $value){    
statement (...$value...)}

$nama_array adalah nama dari array yang telah didefenisikan sebelumnya. $value adalah nama ‘variabel perantara’ yang berisi data array pada perulangan tersebut. Anda bebas memberikan nama untuk variabel perantara ini, walaupun pada umumnya banyak programmer menggunakan $value, atau $val saja. Berikut adalah contoh perulangan foreach sebelumnya:

	

<?php

$nama = array("Andri","Joko","Sukma","Rina","Sari"); 
foreach ($nama as $val){   
echo "$value";   echo "<br />";}

?>

Pada contoh diatas, saya mendefenisikan variabel array $nama dengan format singkat, dan tanpa mendefenisikan key secara tertulis. Variabel $val merupakan variabel perantara dalam contoh diatas. Perulangan tersebut akan diulang sebanyak data yang terdapat di dalam array, sehingga kita tidak perlu harus menghitung seberapa banyak perulangan yang harus dilakukan.Jika anda membutuhkan nilai key dari array untuk dapat diproses, maka PHP menyediakan bentuk kedua dari perulangan foreach, dengan format dasar penulisan sebagai berikut:


foreach ($nama_array as $key => $value){    
statement ($key...$value...)}

Perbedaan dengan format sebelumnya, disini PHP menyediakan variabel perantara kedua, yaitu variabel $key. Variabel $key ini menampung nilai key dari array. Berikut adalah contoh penggunaannya:

<?php

$nama = array(1=>"Andri",6=>"Joko",12=>"Sukma",45=>"Rina",55=>"Sari"); 
foreach ($nama as $kunci =>$isi){   
echo "Urutan ke-$kunci adalah $isi";   
echo "<br />";}
?>

Maka seperti gambar berikut:

foreach

Variabel array $nama saya defenisikan menggunakan key yang berbeda-beda. Pada perulangan foreach, saya membuat variabel perantara $kunci =>$isi, sehingga didalam perulangan, variabel $kunci akan berisi key dari array, dan variabel $isi akan berisi nilai dari array.Proses menampilkan dan memproses array akan lebih mudah dengan menggunakan perulangan foreach dibandingkan perulangan dasar seperti for. Terlebih lagi kita tidak perlu mencari tau seberapa banyak perulangan harus dilakukan, karena perulangan foreach akan otomatis berhenti pada data terakhir dari array.

HTML Layouts

Website sering menampilkan konten dalam beberapa kolom (seperti majalah atau koran). tata letak html menggunakan elemen. Div elemen sering digunakan sebagai alat tata letak, karena dengan mudah dapat diposisikan dengan CSS.
Contoh ini menggunakan 4 div elemen untuk membuat tata letak beberapa kolom:

kode html nya seperti berikut:


<div id="header">
<h1>City Gallery</h1>
</div>

<div id="nav">
London<br>
Paris<br>
Tokyo<br>
</div>

<div id="section">
<h1>London</h1>

<p>
London is the capital city of England.
 It is the most populous city in the United Kingdom,
with a metropolitan area of over 13 million inhabitants.
</p>

<p>
Standing on the River Thames, 
London has been a major settlement for two millennia,
its history going back to its founding by the Romans, 
who named it Londinium.
</p>

</div>

<div id="footer">
Copyright © webhozz.com
</div>

lalu kode css seperti ini:

 

<style>
#header {
    background-color:black;
    color:white;
    text-align:center;
    padding:5px;
}
#nav {
    line-height:30px;
    background-color:#eeeeee;
    height:300px;
    width:100px;
    float:left;
    padding:5px;
}
#section {
    width:350px;
    float:left;
    padding:10px;
}
#footer {
    background-color:black;
    color:white;
    clear:both;
    text-align:center;
    padding:5px;
}
</style> 

maka hasinya akan sperti ini:

html_layout

HTML Classes

Classing Blok Elements Class HTML atribut befungsi memungkinkan untuk menentukan style yang sama untuk “equel” elemen.

kode cssnya seperti berikut:

div.sama {    
background-color:black;    
color:white;    
margin:20px;    
padding:20px;
}

maka kode pada htmlnya adalah sebagai berikut:


<div class="cities">
<h2>London</h2>
<p>London is the capital city of England.</p>
</div>

<div class="cities"><h2>Paris</h2>
<p>Paris is the capital and most populous city of France.</p>
</div>

<div class="cities">
<h2>Tokyo</h2>
<p>Tokyo is the capital of Japan, the center of the Greater</p>
</div>

maka hasilnya akan seperti gambar di bawah ini:

classes