Dulu, kita cuma pusing mikirin “Gimana biar ada di urutan nomor 1?”. Sekarang, pertanyaannya nambah: “Gimana biar pas orang nanya ke AI, nama website kita yang disebut?”.
Menurut riset terbaru dari Ahrefs, ada dua kubu besar yang harus kita taklukkan: Google AI Overviews (AIO) dan ChatGPT (SearchGPT). Meskipun sama-sama AI, cara mereka “milih” kita itu beda lho.
1. Cara Masuk ke Google AI Overviews (AIO)
Google AIO itu kayak rangkuman otomatis yang ada di paling atas hasil pencarian. Biar dipilih Google, kamu harus:
- Masuk 10 Besar Dulu: Google biasanya ngerangkum jawaban dari website yang emang udah sakti di halaman pertama. Jadi, SEO tradisional tetap nomor satu.
- Jangan Bertele-tele: Pakai teknik Inverted Pyramid. Kasih jawaban intinya di paragraf pertama, baru jelasin detailnya di bawah. AI itu males baca curhatan panjang sebelum ketemu poinnya.
- Rapi Itu Wajib: Pakai Heading (H2, H3), Bullet Points, dan tabel. AI paling demen sama data yang udah rapi karena gampang “dicomot” buat dijadiin jawaban.
2. Cara Biar Direkomendasiin ChatGPT
ChatGPT itu lebih kayak “mesin rekomendasi”. Dia nggak cuma liat struktur web, tapi liat reputasi.
- Jadi Buah Bibir: ChatGPT belajar dari apa yang orang omongin di internet. Makin sering brand kamu disebut di Reddit, Quora, atau situs berita, makin percaya ChatGPT buat nyebut nama kamu.
- Review Positif itu Nyata: Kalau ulasan tentang bisnismu di internet jelek, ChatGPT nggak bakal mau rekomendasiin kamu ke user-nya. Jaga nama baik itu penting!
- Gaya Bahasa Manusia: Tulis konten yang enak diajak ngobrol. ChatGPT nyari jawaban yang kerasa kayak jawaban dari temen, bukan robot.
Panduan Singkat SEO AI buat Pemula
Tenang, nggak usah pusing sama kode-kodean. Kalau kamu baru mulai, lakuin 5 langkah simpel ini:
- Gunakan Bahasa Tanya-Jawab: Buatlah artikel yang judulnya berupa pertanyaan (Misal: “Gimana cara mencuci sepatu putih?”). Di paragraf pertama, langsung jawab: “Cara mencuci sepatu putih adalah dengan…”
- Gunakan Heading yang Jelas: Jangan cuma tulis teks panjang. Pisah-pisahin pakai Sub-judul (H2 atau H3) biar Google AI gampang bacanya.
- Aktif di Komunitas: Coba mulai jawab pertanyaan di Quora atau Reddit yang relevan sama bisnismu. Ini biar ChatGPT “kenal” sama brand kamu.
- Bikin Konten yang Informatif, Bukan Cuma Jualan: AI lebih suka ngutip informasi bermanfaat daripada brosur jualan. Kasih tips atau data yang unik.
- Cek “Kerapian” Konten: Setiap bikin list (daftar), pakai fitur bullet points di editor website kamu. Jangan diketik manual pakai angka biasa, biar kebaca sebagai “data terstruktur” sama AI.
Ringkasan Perbedaan Strategi:
Fokus Utama Google AI Overviews:
- Wajib masuk ranking 10 besar organik.
- Struktur konten harus rapi (Heading & List).
- Jawaban harus cepat dan to-the-point di awal artikel.
Fokus Utama ChatGPT:
- Membangun sebutan merek (brand mentions) di banyak situs lain.
- Menjaga sentimen positif (rating & review).
- Gaya bahasa harus natural dan komunikatif.