seo no follow link

Nofollow vs. Dofollow: Panduan Lengkap Memahami Link untuk SEO 2026

Kalau kamu lagi belajar SEO, pasti sering banget dengar istilah backlink. Katanya, makin banyak backlink, makin jago website kita di mata Google. Tapi tunggu dulu, ternyata nggak semua link itu “sama sakti”-nya. Ada yang namanya Dofollow, ada juga yang Nofollow.

Biar nggak bingung dan salah langkah, yuk kita bahas bedanya dengan bahasa yang lebih manusiawi!

Apa Sih Link Nofollow Itu?

Gampangnya begini: Link nofollow itu secara tampilan di artikel ya sama aja kayak link biasa. Bisa diklik dan bakal lempar kamu ke halaman lain. Tapi, di balik layar (di kode HTML-nya), ada “stempel” kecil yang tulisannya rel="nofollow".

Dulu banget, stempel ini fungsinya buat bilang ke Google: “Eh Google, gue kasih link ke website ini, tapi gue nggak mau jamin kualitas mereka ya. Jadi jangan kasih poin (PageRank) gue ke mereka.” Ini diciptakan biar orang nggak seenaknya nyepam link di kolom komentar blog orang lain.

Plot Twist di Tahun 2019

Dulu, Google benar-benar cuek sama link nofollow. Ibaratnya kalau ada link itu, Google tutup mata. Tapi sejak 2019, aturannya berubah. Sekarang Google menganggap nofollow sebagai “hint” atau petunjuk.

Artinya? Google tetap bakal ngintip link itu, dan kalau menurut mereka kontennya emang oke dan relevan, mereka mungkin tetap bakal kasih nilai buat website tujuan. Jadi, nggak benar-benar diabaikan lagi!

Kenalan sama “Sepupu” Nofollow

Sekarang Google makin detail. Selain nofollow, ada dua jenis “stempel” baru yang perlu kamu tahu:

  1. rel="sponsored": Buat link hasil iklan, titipan berbayar, atau link afiliasi. Biar jujur gitu sama Google.
  2. rel="ugc": Singkatan dari User Generated Content. Ini dipakai buat link-link yang muncul di kolom komentar atau forum yang dibuat sama netizen.

“Ah, Nofollow Kan Nggak Ngaruh ke Ranking?” (Eits, Salah!)

Banyak orang ambisius cuma mau nyari link dofollow karena dianggap paling manjur buat naikin peringkat. Padahal, link nofollow itu punya “kekuatan rahasia”:

  • Biar Profil Backlink Kelihatan Manusiawi: Bayangin kalau 100% link yang masuk ke website kamu itu dofollow semua. Google bakal curiga: “Wah, ini pasti beli link atau main curang nih.” Website yang natural itu pasti punya campuran antara dofollow dan nofollow.
  • Trafik Tetap Real: Mau nofollow atau bukan, kalau link kamu nangkring di situs gede kayak Wikipedia atau Reddit, orang tetap bakal nge-klik. Pengunjung asli yang masuk ke web kamu itu jauh lebih berharga daripada sekadar angka di dashboard SEO.
  • Bisa Jadi Viral: Orang yang nemu web kamu lewat link nofollow nggak bakal peduli sama kodenya. Kalau kontenmu keren, mereka bakal share lagi, dan mungkin aja kali ini kamu dapat link dofollow dari orang lain secara gratis!

Kapan Kita Harus Pakai Nofollow di Web Sendiri?

Jangan pelit kasih link, tapi harus tetap waspada. Pakai atribut nofollow (atau sponsored/ugc) kalau:

  • Kamu dapet bayaran buat pasang link itu (iklan/endorse).
  • Link-nya ada di kolom komentar (biar nggak jadi sarang spammer).
  • Kamu kasih link ke situs yang kamu sendiri nggak yakin itu aman atau nggak.

Cara Ceknya Gimana?

Penasaran link di artikel kamu itu jenis apa? Gampang!

  • Cara Manual: Klik kanan aja di link-nya, terus pilih Inspect. Kalau ada tulisan rel="nofollow", berarti itu link nofollow.
  • Cara Sat-set: Install aja Ahrefs SEO Toolbar di browser. Nanti dia bakal kasih tanda otomatis mana link yang nofollow pas kamu lagi browsing.

Intinya…

Jangan terlalu pusing mikirin “wah ini dofollow atau nggak”. Fokus aja bikin konten yang emang layak buat di-share. Link nofollow tetap punya peran penting buat bikin website kamu kelihatan kredibel dan punya trafik yang sehat.