Bagaimana Google Menyimpan Informasi

 

Halo sahabat Webhozz berjumpa lagi dengan saya, kali ini saya akan membahas mengenai bagaimana Google menyimpan informasi. Apakah sahabat Webhozz sudah mengetahui bagaimana cara Google menyimpan informasi? Biar sahabat Webhozz tidak bingung langsung aja yuk kita masuk ke pembahasannya.

Jika search engine seperti Google akan menganalisa secara berurutan setiap kata dalam 500.000 dokumen untuk menemukan semua kata yang kalian cari maka proses tersebut akan memakan waktu yang berjam-jam. Oleh karena itu, fungsi dari sebuah indeks sangat diperlukan, yaitu untuk mengoptimalkan keepatan an kinerja sebuah query agar secara cepat mencari dokumen dari kata kunci yang dimaksud.

Keseluruhan proses ini tidak terlalu berbeda dari kartu indeks yang dapat ditemui dalam perpustakaan umum. Untuk membaca semua buku-buku di perpustakaan, missal mencari kata-kata PErang Teluk, bisa memakan waktu seumur hidup, bahkan analisis judul pun dapat berlangsung selama beberapa jam. Namun, bila dibantu oleh kartu indeks, dalam beberapa menit, kalian dapat menemukan sumber bacaan yang dibutuhkan.

Google Membangun Sebuah indeks

Setelah menjelajahi sistus kalian, Googlebot akan memberikan ID unik untuk setiap halaman web dan memberikan sebuah program password untuk setiap pengindeksan halaman web, missal, kata Teluk yang mungkin aa dalam dokumen 4, 9, 22, 57, dan 91. Sedangkan kata PErang dapat ditemukan dalam dokumen 3, 9, 15, 22, 59, dan 77. Untuk itulah jika seseorang mencari dokumen dengan kata kunci Perang Teluk, Googlebot akan mengarah kepada dokumen 9 dan 22 karena mengandung kedua kata tersebut

Google Akan Menyortir Kata

Kotak Pencarian Google akan mengabaikan kata-kata umum seperti “dI mana” dan “bagaimana” yang tercantum dalam kalimat pada halaman web. Selain itu, Google juga akan mampu menyortir kata sambung seperti untuk, oleh, dari, bagaiman, atau, siapa, apa, kapan, dan di mana. Sebagai contoh, pencarian untuk “yang baik, yang uruk, dan yang jelek” aka dibaca oleh Google sebagai “baik buruk jelek”. Google juga akan membuang beberapa tanda baca, serta mengonversi semua huruf menjadi huruf kecil untuk meningkatkan kinerja Google.

Google Akan Menyimpan Indeks

Google akan membuat proses secara lebih cepat dengan menggunakan ratusan computer untuk menyimpan indeks tersebut. Bila ada permintaan yang diproses, tugas mengidentifikasi halaman yang mengandung kata –kata query aan dibagi ke beberapa mesin sehingga akan mempercepat tugas yang berat menjadi ringan.

Misal, kembali ke analogi perpustakaan, bila seseorang mencari indeks dari 70 halaman dalam buku untuk menemukan kalimat yang tidak terjadi dalam urutan abjad utama maka bisa memakan waktu sampai satu menit untuk menemukan teks. Namun jika 70 orang masing-masing memiliki halaman indeks dan bekerja sebagai sebuah tim, tugas ini akan memakan waktu beberapa detik saja.

Googlebot akan memberikan pengindeksan teks yang lengkap dari halaman yang ditemukan. Halaman-halaman ini akan disimpan dalam database indeks Google. Indeks ini akan diurutkan secara abjad dengan istilah pencarian, serta dengan masing-masing entry indeks yang menyimpan daftar dokumen bila sebuah istilah muncul, dan lokasi teks berada. Struktur data akan memungkinkan akses yang cepat ke dokumen yang berisi istilah query pengguna.

Nah itulah pembahasan singkat mengenai bagaimana Google menyimpan informasi , apakah sahabat Webhozz kini sudah mengerti? Semoga pembahasan artikel kali ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan sahabat Webhozz semua. Sampai berjumpa lagi sahabat Webhozz pada pembahasan artikel-artikel lainnya yang tentunya lebih menarik lagi.