Belajar Membuat Aplikasi Android dengan Cordova & JavaScript

Update Terakhir pada

Assalamualaikum …

Apa kabar semuanya, kali ini kita akan mengenal lebih dekat tentang cordova dan bagaimana cordova dapat membuat aplikasi berbasis android.

Saat ini banyak framework yang tersedia untuk membuat aplikasi mobile. Salah satunya adalah Cordova. Cordova merupakan open source framework yang digunakan untuk membangun aplikasi mobile hybrid menggunakan HTML, CSS & JavaScript.

Cordova cocok digunakan bagi para pengembang yang sudah bergelut didunia web untuk mengembangkan aplikasinya ke versi android.

Cordova sendiri tidak memiliki IDE (Integrated development Environment) seperti Android Studio, tetapi project untuk membuat mobile app akan dibuat dengan perintah-perintah cordova melalui command line

Cordova menawarkan satu platform untuk membangun aplikasi mobile yang berbeda seperti iOS, Android, Windows Phone, Amazon-fireos, blackberry, Firefox OS, Ubuntu dan tizien.

Ada beberapa keuntungan menggunakan cordova diantaranya

  1. Lebih cepat dalam mengembangkan aplikasi hybrid daripada aplikasi native sehingga cordova dapat menghemat waktu pengembangan.
  2. Menggunakan JavaScript, sehingga tidak perlu mempelajari bahasa pemrograman platform tertentu.

Namun ada juga keterbatasan menggunakan framework ini yaitu

  1. Aplikasi hybrid biasanya akan lebih lambat dibanding native untuk aplikasi skala besar.
  2. Beberapa plugin memiliki masalah kompatibilitas dengan berbagai perangkat dan platform, atau API dari native yang belum didukung cordova.

Setiap framework memiliki arsitektur yang terdiri dari komponen dan fitur. Cordova memiliki arsitektur seperti terlihat pada gambar berikut :

WebApp
WebApp merupakan kode aplikasi yang dibangun dengan teknologi HTML, CSS, JavaScript, XML, serta resource seperti image, video, audio dll. Pada setiap 1 aplikasi terdapat file penting seperti config.xml yang menyediakan informasi tentang aplikasi. Aplikasi yang telah dibangun dijalankan(di render) dalam WebView didalam pembungkus aplikasi native.

Plugins
Plugin Merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem cordova. Plugin menyediakan antarmuka untuk cordova dan komponen asli agar bisa berkomunikasi satu sama lain, dan mengikat perangkat API standar native melalui javascript, sehingga aplikasi dapat mengakses perangkat seperti akselerometer, camera, media, geolocation, netwok, contact storage dll.

Mobile OS
Cordova juga menyediakan fitur seperti sensor, grafik, dan services yang bisa digunakan di perangkat mobile.

Untuk menggunakan cordova dalam membangun aplikasi mobile, maka kita memerlukan software sebagai tools untuk membangun aplikasi

Software

  1. JDK (Java Development Kit)
    JDK merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan proses kompilasi dari kode java ke bytecode yang bisa dimengerti dan dijalankan oleh JRE(Java Runtime Environment).

download : http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index.html

Pilih yang jdk yang ingin diinstall. lalu muncul halaman lisensi. Klik “Accept License Agreement” dan pilih file yang sesuai dengan OS pada PC anda (disini contohnya windows exe untuk 64bit)

2. AndroidStudio

Kenapa perlu menginstall android studio? bukankah kita menggunakan cordova?

yups betul kita memang menggunakan cordova tetapi tetap menginstall android studio untuk mendapatkan SDK tools. Karena SDK tools hanya bisa di download setelah melakukan instalasi android studio

Apa fungsinya SDK tools?
SDK(Software Development Kit) tools adalah seperangkat alat pengembangan yang komprehensif (seperti debugger, libraries, emulator, contoh kode pengembangan, dokumuntasi teknis dll.) yang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi android.

SDK juga berfungsi agar aplikasi dapat di export ke package Android.

download : https://developer.android.com/studio/index.html#other

3. Gradle

Selanjutnya adalah gradle. Gradle merupakan automation build tools yang open source.

Tugas gradle adalah melakukan proses otomatisasi dalam membuat perangkat lunak dan proses yang terkait termasuk: mengkompilasi kode sumber komputer(source code atau src) menjadi kode biner(binary code), mengemas kode biner (packaging binary code), dan menjalankan pengujian otomatis sehingga source tersebut dapat berubah menjadi file .APK (android package).

download : https://gradle.org/releases/

Untuk instalasi gradle dapat dilakukan melalui perintah di command line atau download secara manual. Disini tersedia berbagai versi gradle yang bisa langsung didownload berupa binary-only atau yang complete. Pilih yang binary-only.

4. NodeJS

Terakhir Nodejs. Nodejs merupakan runtime Javascript yang berfungsi untuk mengeksekusi kode Javascript dari sisi server. Sedangkan Javascript digunakan untuk mengeksekusi kode di sisi client.

Salah satu tools yang ada didalam Nodejs adalah NPM(Node Package Manager).

NPM digunakan untuk mengelola package yang dalam project. Seperti membuat project, instalasi modul, libari, menjalankan script command line. Dengan NPM ini nantinya akan digunakan untuk menginstal Apache Cordova

download : https://nodejs.org/en/download/

Dari software tersebut langkah selanjutnya adalah instalasi dan konfigurasi (ini akan dibahas di artikel berikutnya)

Dari penjelasan tadi dapat kita simpulkan bahwa aplikasi berbasis android dapat dibuat dengan bahasa HTML, CSS, Javascript melalui cordova.

Source code tersebut nantinya dapat dikonversi menjadi file .apk dengan bantuan perangkat lain seperti Java Development Kit (JDK), Gradle, dan Android SDK Tools.

Demikian postingan kali ini. Semoga bermanfaat ya.