Kesalahan yang sering Dilakukan dalam Menulis HTML

Update Terakhir pada

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Alhamdulillah bisa posting artikel lagi di Webhozz BlogO, iya langsung saja.

Pada artikel ini, kita akan membahas sedikit tentang HTML. Ya, mungkin untuk teman-teman programmer web tidak asing mendengarnya. Karena HTML itu, merupakan suatu bahasa yang paling pertama untuk dipelajari dalam membangun sebuah website. HTML ini juga merupakan kerangka utama dalam membuat sebuah website yang mana HTML bisa diibaratkan saat kita membangun rumah, kita punya pondasi utama seperti tiang, atap, pintu, jendela dan lain-lain. Untuk menghiasi pondasi tersebut dibutuhkanlah CSS untuk mempercantik pondasi tersebut agar terlihat lebih baik.

Oke, untuk aturan dalam pembuatan kerangka HTML itu script kodenya rata-rata selalu berpasangan. Bisa kita lihat pada contoh di bawah ini.


<html>

<head>
      <title></title>
 </head>

<body>

</body>

</html>

Pada contoh di atas, kode HTML, selalu berpasangan contohnya diawali dengan <html> dan diakhiri dengan </html>. Hanya saja yang membedakannya adalah pada penutupnya ada tanda “/“. Jadi, tiap kode HTML itu berpasangan, ada pembuka dan ada penutupnya. Maka biasanya perintah untuk menampilkan pondasi website tentunya harus di dalam alias di tengah tag yang berpasangan tadi “<buka></tutup>“.  Selain itu, ada juga beberapa script HTML yang tidak memiliki tag pembuka dan tag penutup. Seperti berikut ini:


<br>  -->untuk spasi ke bawah saat ada kalimat selanjutnya yang ingin di posisikan ke bawah dari kalimat sebelumnnya
<hr> -->untuk memberikan garis lurus
<input type="" name=""> --> untuk memberikan data masukan yang nanti bisa kita proses

 

HTML sebenarnya tidak pernah error, hanya saja tampilan di websitenya akan menjadi berantakan bila kita ada kesalahan dalam memberi format HTMLnya. Biasanya ada posisi tampilan yang ke atas, padahal kita maunya di bawah. Ada teksnya yang besar semua padahal kita maunya teks yang tertentu saja yang jadi besar. Dan tentunya pasti saja banyak keluhan-keluhan lainnya.
Jadi, saat kita menambahkan beberapa script HTML dan saat scriptnya sudah panjang sekali sampai puluhan baris biasanya. Yang menjadi kebiasaannya adalah sering lupa dengan aturan penulisan tag HTMLnya. Khususnya yang berpasangan seperti tag “<buka></tutup>“. Biasanya ada yang menulis script tanda bukanya tapi lupa tag tutupnya sehingga semua pondasi jadi berubah. Contoh kecilnya saja seperti di bawah ini.

 

<h1>Website Keren

<p>

Website keren itu adalah website yang bisa memberikan kesan baik dalam tampilan dan memberikan informasi yang baik juga.

</p>

Dari script tersebut, bisa kita kirakan kalau kita ingin membuat teks ukuran besar pada tulisan “Website Keren” yang sudah diberi tag <h1>. Tapi saat dijalankan di browser, tau taunya yang membesar adalah semua tulisan tersebut. Hal tersebut terjadi, karena kita lupa memberikan tag </h1> di akhir perintah tulisan “Website Keren” tersebut. Jadi, dengan awalan tag <h1> kemudian disusul teks yang diinginkan, maka perintah tersebut akan mencari tag penutupnya sampai akhir teks kodingnya habis. Semakin panjang suatu coding, maka sebanyak itulah teksnya akan membesar. Dan hal tersebut, biasanya terjadi karena sering lupa menuliskan tag penutupnya.

 

Maka dari itu, untuk mencegahnya sangat disarankan untuk menulis tagnya dulu awal dan akhirnya seperti ini “<h1></h1>” kemudian baru teks yang kita mau dituliskan ditengahnya, misalkan “<h1>Website Keren</h1>“, maka yang akan membesar adalah teks tersebut dan tidak akan terpengaruh pada script selanjutnya. Ya, wajar aja sih kalo lupa dan kita semua tentunya tidak bisa lepas dari hal itu. Jadi, sangat disarankan untuk memperhatikan betul-betul script yang sudah dibuat.

 

Menurut saya pribadi, mengantisipasi hal tersebut maka gunakanlah aplikasi pembuat web yang benar-benar baik dan efisien. Untuk hal yang sering kita lupakan tadi, saya sarankan untuk pake aplikasi Sublime Text 3. Karena aplikasi ini saat kita buat tag pembukanya, maka akan otomatis muncul tag penutupnya alias antisipasi untuk kita yang sering lupa. Kalo bicara soal aplikasi pembangun websitenya, bukan cuma Sublime aja sih. Ada juga kok beberapa aplikasi lainnya, hanya saja karena saya sudah berpengalaman memakai Sublime jadi saya merasa nyaman untuk make. Ya intinya gimana kitanya sendiri mau pilih yang mana. Kalo saya sih, tetap Sublime.

 

Jadi, Alhamdulillah untuk postingan dari saya untuk kali ini. Insya Allah akan ada artikel baru yang menambah wawasan kita semua lagi. Mohon maaf bila ada salah kata dalam postingan ini. Akhir kata semoga artikel ini bermanfaat.

Wassalamualaikum Wr. Wb.