Memanipulasi Database Menggunakan Kode PHP MySQL

Update Terakhir pada

kursus php

MySQL merupakan sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL. Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL, namun dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam basisdata yang telah ada sebelumnya; SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian basisdata, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis.

Untuk memanipulasi database, kita bisa menggunakan fungsi-fungsi PHP sebagai berikut:

  1. mysql_connect()
    Digunakan untuk melakukan koneksi ke server database MySQL.

    <?php
    $host = “localhost”;
    $user = “root”;
    $pass = “coolabis”;
    $connectDB = mysql_connect($host, $user, $pass);
    echo ($connectDB) ? “Koneksi Berhasil” : “Koneksi gagal”;
    ?>
    
  2. mysql_pconnect()
    Sama seperti mysql_connect(), Fungsi mysql_pconnect() sama-sama digunakan untuk
    melakukan koneksi ke server database MySQL. Perbedaannya, fungsi
    mysql_pconnect(), tidak akan terputus meskipun program telah selesai dieksekusi.

    <?php
    $host = “localhost”;
    $user = “root”;
    $pass = “coolabis”;
    $connectDB = mysql_pconnect($host, $user, $pass);
    echo ($connectDB) ? “Koneksi Berhasil” : “Koneksi gagal”;
    ?>
    
  3. mysql_create_db()
    Database bisa dibuat langsung melalui PHP, fungsi yang digunakan adalah
    mysql_create_db().

    <?
    $host = “localhost”;
    $user = “root”;
    $pass = “coolabis”;
    mysql_connect($host, $user, $pass);
    $buatDB = mysql_create_db(“mydatabase”);
    echo ($buatDB) ? “Database berhasil dibuat” : “Database gagal
    dibuat”;
    ?>
    
  4. mysql_select_db()
    Sebelum menggunakan database, anda harus mengaktifkan database tersebut.

    mysql_select_db($nama_database, [$pengenal_hub]);
    
  5. mysql_connect()
    Digunakan untuk mengoperasikan perintah-perintah SQL agar
    dapat memanipulasi database.

    <?php
    $host = “localhost”;
    $user = “root”;
    $pass = “coolabis”;
    //koneksi ke server
    mysql_connect($host, $user, $pass);
    //koneksi ke database
    mysql_select_db(“pelanggan”);
    $query=”CREATE TABLE data_pelanggan(
    no_id int(5) unsigned NOT NULL PRIMARY KEY AUTO_INCREMENT,
    nama varchar(50) NOT NULL DEFAULT ”,
    alamat text
    )”;
    $buat_tabel = mysql_query($query);
    echo ($buat_tabel) ? “tabel berhasil dibuat” : “tabel gagal
    dibuat”;
    ?>
    
  6. mysql_fetch_array()
    Setelah data-data diambil dari database dengan menggunakan perintah SQL dalam
    fungsi mysql_query(), selanjutnya mengambil data itu dalam bentuk keluaran yang
    diinginkan.

    <?php
    $host = "localhost";
    $user = "root";
    $pass = "";
    $dbName = "jajal";
     
    //koneksi ke server
    $conn = mysql_connect($host, $user, $pass) or die ("gagal koneksi");
    //koneksi ke database
    mysql_select_db($dbName);
     
    $query = "SELECT * FROM data_pelanggan";
    $result = mysql_query($query) or die ("gagal");
     
    while ($data = mysql_fetch_array($result)) {
        echo $data[0] . "<br>";
        echo $data[1] . "<br>";
        echo $data[2] . "<br><br>";
    }
    ?>