Mengembangkan Aplikasi Mobile : Bagian 2

sejarahandroid

 

Pada pertemuan sbelumnya kita telah membahas apa saja metode yang bisa kita gunakan untuk mengmbangkan aplikasi. Kali ini kita akan mambahas apa saja kekurangan dan kelebihan dari metode tersebut. Tentu saja ini bisa sebagai bahan pertimbangan bagi pengembang yang baru akan belajar mengmbangkan aplikasi. Langsung saja kita bahas satu-persatu.

1. Apllikasi Native

Kelebihan:

  • Performa yang sangat baik karena ditulis secara native untuk platform spesifik
  • Mampu mengakses semua fitur perangkat keras smartphone, seperti info device, accelerometer, kamera, kompas, file dan sebagainya.
  • Menghasilkan antar muka look and feel yang alami dengan sangat baik

Kekurangan:

  • Pengembangan yang tidak mudah karena menggunakan lingkungan , bahasa, dan API (Aplication Programming Interface) spesifik.
  • Aplikasi hanya berjalan pada platfrom yang sudah dispesifikasikan diawal pengembangan. Apabila ingin tersedia di platform lain maka harus ditulis awal dengan menggunakan tool pengembangan yang sesuai.

 

2. Apllikasi Web

Kelebihan:

  • Dapat berjalan baik di semua browser modern pada platform mobile.
  • Tahap pengembangan yang sangat mudah karena menggunakan teknologi-teknologi web yang sudah ada.
  • Tidak perlu memperlajari bahasa baru karena menggunakan bahasa yang sudah familiar, yaitu HTML5, CSSS3, dan JavaScript.

Kekurangan:

  • Kemampuan aplikasi yang sangat terbatas, yakni tidak dapat mengakses fitur-fitur perangkat keras smartphone.
  • Sesuai karakteristiknya, aplikasi web mobile hanya tersedia secara online.
  • Performa kurang stabil dan bergantung pada konektivitas yang ada.

 

3. Apllikasi Hybrid

Kelebihan:

  • Tahap pengembangan yang relatif mudah karena memanfaatkan standar teknologi web.
  • Hasil pembuatan aplikasi dapat berjalan pada hampir semua platform mobile (bergantung framework yang digunakan) dan menariknya didistribusikan secara native.
  • Penggunaan framework aplikasi mobile memungkinkan akses ke fitur-fitur perangkat keras, seperti accelerometer, kamera, kalender, kontak, compass, storage, dan geolocation.
  • Memungkinkan pembuatan aplikasi online maupun offline.

Kekurangan:

  • Memerlukan perangkat lunak bantu framework pengembangan aplikasi mobile berbasis web yang stabil dan mendukung lintas platform.
  • Bagaimanapun, perfoma aplikasi hybrid masih belum bisa menyamai aplikasi native.