Mengenal OOP pada PHP

Update Terakhir pada

Apakah itu OOP???

OOP itu kepanjangan dari Object Oriented Programming.

Kalo kita terjemahkan ke bahasa Indonesia, “Pemograman yang berorientasi pada Objek”.

Yaitu membuat program dengan memecahkan script kodenya menjadi beberapa objek.

Yang mana objek-objek tersebut dibuat memiliki fungsi dan tugas masing-masing.

Maka dengan adanya objek yang memiliki fungsi dan tugas tersebut,

sangat memungkinkan proses pembuatan website jadi lebih cepat dan mudah.

Dikatakan lebih cepat dan mudah karena tidak seperti bahasa PHP biasa alias prosedural

yang kita buat, scriptnya akan menjadi panjang walau hasil yang diperoleh akan sama.

Jadi OOP ini, cocok banget untuk pengerjaan pembuatan website yang studi kasusnya dalam skala besar.

Untuk menguasai OOP ini sangatlah mudah, jika sebelumnya sudah menguasai pemograman PHP prosedural seperti biasa.

Yaitu bila sudah mengerti tentang variabel, function, perulangan, array dan lain-lainnya, maka OOP adalah langkah selanjutnya.

Sebenarnya OOP ini bukan hanya ada pada bahasa pemograman PHP aja, melainkan dekstop seperti JAVA atau C++ juga mendukung struktur pemograman dengan OOP.

KENAPA HARUS PAKE OOP???

Sebenarnya berbagai uraian di atas sudah menjelaskan sedikit, tentang OOP.

Nah, ini menurut Sobat Webhozz beberapa manfaat jika kita pake OOP:

  1. Kodenya lebih terstruktur
  2. Lebih hemat waktu dalam mengerjakan proyek pembuatan aplikasi berbasis website
  3. Berbagai fungsi yang sudah ada, bisa dipanggil berulang-ulang tergantung kebutuhan. Jadi, tidak perlu script kode yang banyak.

Selain dari itu, bukan hanya itu aja.

Mungkin aja sobat Webhozz udah pernah mendengar Code Igniter, YII, bahkan Laravel.

Nah, itu semua adalah Framework dari dengan bahasa Pemograman PHP yang menggunakan konsep OOP.

Oke, sebagai contohnya kita akan sedikit mencoba script kodenya.

Yuk, ikuti langkah di bawah ini.

  1. Buat file dengan format “.php” baru, sebagai contoh kita kasih nama “pesan.php”. Lalu buat dalam sebuah folder khusus.

2. Lalu dalam file tersebut kita buat script berikut.

<?php 

    class Pesan //membuat objek bernama Pesan
    {
        //function yang terdapat dalam class pesan
        function tampilkanPesan($isi_pesan)
        {
            echo
            "
              <p>Anda menulis pesan: <b>$isi_pesan</b></p>
            ";
        } 
    }

?>

3. Lalu buat file baru dengan nama “index.php”, tujuannya adalah untuk memanggil perintah yang tadi sudah kita buat di “pesan.php”.

<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
    <meta charset="UTF-8">
    <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
    <meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="ie=edge">
    <title>Pengenalan OOP</title>
</head>
<body>
    
    <h1>Pengenalan OOP</h1>

    <?php 
        include './pesan.php';//memanggil script kode di file

        $dari_oop = new Pesan(); //membuat variabel, untuk mewakili class Pesan yang ada di pesan.php

        $dari_oop->tampilkanPesan("Ini Penulisan Pesan menggunakan OOP"); //memberikan pesan yang ingin ditampilkan

        $kalimat = "Belajar OOP itu mudah kok...";//membuat variabel untuk tampilkan pesan kedua

        $dari_oop->tampilkanPesan($kalimat); //menampilkan pesan yang tadinya dibuat di variabel $kalimat

    ?>

</body>
</html>

4. Maka, beginilah hasilnya pada browser.

Nah, bisa kita lihat kan pada contoh di atas?

Dari contoh di atas, kita seperti membuat template script untuk mempermudah kita dalam membuat website.

Jadi, demikianlah untuk postingan kali ini.

Semoga bermanfaat.