Aturan Emas Google yang harus dipenuhi

Aturan emas adalah filosofi yang sudah dipercaya oleh tim Google jauh sebelum berkembang hingga saat ini. Seraya pembaruan terus dilakukan, filosofi ditinjau secara berkala sebagai tolak ukur, identitas, serta tujuan Google.

Berikut 10 butir aturan emas Google :

  1. Fokus pada pengguna. Semua yang Google lakukan selama ini ditujukan dan berorientasi pada pengguna. Wujud nyata keseriusan Google berupa web browser yang praktis, desain website yang sederhana, hasil pencarian yang relevan, memisahkan iklan di area tersendiri, dan setiap tool baru berorientasi pada kegunaan pengguna. Hal ini dilakukan dengan upaya ekstra meskipun Google harus membuat desain yang berbeda.
  2. Melakukan yang terbaik. Tim Google melakukan riset, memecahkan berbagai masalah yang kompleks guna menyajikan hasil pencarian yang memadai, terus berupaya meningkatkan kualitas pencarian untuk menjaring informasi pada area – area yang dulunya tidak terjangkau.
  3. Kecepatan. Google menyadari betapa berharganya waktu. Oleh sebab itu, teknologi Google selalu mempertimbangkan kecepatan. Hasil pencarian selalu ditingkatkan, demikian pula untuk produk – produk yang dirilis, misalnya aplikasi mobile atau Google Chrome, dan lainnya.
  4. Demokrasi sebagai etos kerja. Pencarian mempertimbangkan kebebasan berbicara. Pendapat para pengguna memiliki peranan dalam menentukan kualitas hasil pencarian. Contoh dari etos kerja ini adalah implementasi algoritma page rank yang menganalisa voting pengguna terhadap kualitas web, serta aktif dalam mengembangkan aplikasi open source.
  5. Mobilitas. Informasi harus dapat diakses dimana saja dan kapan saja dengan alasan portabilitas. Google membuat terobosan untuk menunjang aktivitas mobile. Layanan internet dapat diakses melalui gadget atau telepon genggam, aplikasi open source Android pada peranti mobile.
  6. Menghasilkan uang tanpa aksi kejahatan. Google mengakui bahwa yang dilakukannya adalah bisnis. Pendapatan didapat dari perusahaan dan pemasangan iklan. Fitur AdWorkd dan AdSense ditujukan untuk memberikan iklan yang berguna pada konsumen. Iklan yang ditampilkan harus relevan dengan pencarian, tidak mengganggu pengguna, tidak mengacaukan hasil pencarian, dan iklan tidak akan dimanipulasi hanya untuk mendapatkan rating tinggi. Google tetap memberikan layanan maksimal, tidak menjadi soal apakah pengguna memberikan pemasukan dengan beriklan atau tidak.
  7. Informasi berlimpah. Tim Google berupaya memberikan informasi yang kaya pada pengguna. Dibutuhkan kreativitas dan keyakinan untuk menampilkannya karena banyak informasi lain yang bermanfaat untuk ditampilkan.
  8. Informasi lintas batas. Akses informasi ke berbagai belahan dunia adalah misi Google. Dengan kantor di lrbih dari 60 negara, 180 domain internet, serta penelusuran hingga lebih dari 130 bahasa adalah upaya mencapai jangkauan informasi lintas batas.
  9. Serius tapi santai. Pekerjaan yang menyenangkan, santai, menantang dan kreatif merupakan kultur Google., aset terbesar adalah para staf yang memiliki gairah serta prestasi kerja.
  10. Hebat saja tidak cukup. Tidak pernah puas dalam berkreasi memunculkan banyak inovasi genius, misalnya fitur spell checker, dan mencipttakan Gmail sebagai standar penyimpanan email massa kini.

Filosofi ini membentuk pernyataan luar biasa dan murni untuk pelayanan, yaitu “Jika pengguna tidak tahu persis informasi apa yang ingin dicarinya, hal ini menjadi masalah Google dan bukan masalah pengguna, Google akan mengantisipasi untuk melayani keinginan pengguna”

Berbagai aturan serta layanan yang dikembangkan Google bertumpu pada 10 pernyataan yang menjadi filosofi tersebut.

Google Spell Checker adalah inovasi. Google menyadari bahwa pengguna ingin mendapatkan informasi yang relevan meskipun tidak mengetahui dengan pasti kelengkapan pencarian termasuk kebenaran kata kunci.

Alokasi iklam yang tidak berbaur dengan hasil pencarian ditujukan untuk memelihara integritas hasil pencarian.

Aturan emas adalah dasar dari kebijakan serta hukum yang diterapkan Google. Memahami aturan emas tidak mudah, karena sifatnya yang fleksibel. Atas dasar inilah, hukum – hukum Google disusun.

La